Tepis Isu Liar, Wali Murid SMP Negeri 1 Blora Geram

Avatar photo

- Wartawan

Sabtu, 19 April 2025 - 10:54

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Ketua Paguyuban Wali Murid SMPN 1 Blora, di Aula.

Rapat Koordinasi Ketua Paguyuban Wali Murid SMPN 1 Blora, di Aula.

BLORA, BLORABARU.COM – Di tengah semangat anak-anak menyongsong momen rangkaian kegiatan sekolah.

Seorang wali murid menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap pemberitaan yang dinilai tak berimbang dan tanpa konfirmasi.

Rina, salah satu Ketua Paguyuban Kelas SMP N 1 Blora mengeluhkan tuduhan pungli yang menyeret nama sekolah justru menodai niat baik dan gotong royong orang tua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dana Rp200 ribu yang disebut-sebut sebagai pungutan liar itu sebenarnya berasal dari kas kelas yang telah disepakati secara bersama.

“Itu murni dari kas kelas, bukan iuran yang diminta sekolah atau dipungut dari orang tua. Kami sebagai orang tua menyepakati penggunaan dana tersebut untuk kegiatan sosial dan mendukung kegiatan perpisahan,” tegasnya. ditulis Sabtu, 19/4/2025.

Baca Juga :  Kapolres Blora : Media Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Ia menyayangkan pemberitaan yang terkesan menghakimi tanpa menggali informasi dari pihak yang sebenarnya terlibat langsung.

“Saya sedih sekali. Anak saya dan teman-temannya latihan perpisahan, datang ke rumah teman, bikin proposal, semangat sekali. Kalau semua itu dibilang pungli, rasanya kasihan anak-anak yang sudah berjuang,” ucapnya haru.

Lebih jauh, Rina menekankan bahwa seluruh kegiatan bersifat sukarela tanpa ada tekanan kepada orang tua.

“Kita semua paham bahwa kemampuan orang tua berbeda-beda. Tidak ada yang dibebani. Kalau tidak bisa ikut, ya tidak apa-apa. Yang punya rejeki, ya membantu. Intinya sukarela.” ujarnya.

Baca Juga :  Target PTSL Blora Anjlok, ATR/BPN: Ada Efisiensi dan Dukungan Program Kabupaten Lengkap

Tak hanya untuk perpisahan, kata Rina inisiatif orang tua juga terlihat dalam kegiatan lain seperti pengecatan kelas hingga pengadaan kipas angin.

Semua dilakukan demi kenyamanan belajar siswa, tanpa campur tangan sekolah.

“Bapak-bapak juga turun tangan sendiri. Ada yang nyumbang cat, ada yang bantu ngecat, karena kita ingin anak-anak nyaman belajar,” imbuhnya.

Ia berharap masyarakat tak terburu-buru menyimpulkan tanpa memahami konteks.

“Kami cuma ingin anak-anak bisa menutup masa SMP mereka dengan kenangan baik, tanpa mengorbankan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan
LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi
Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah
PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan
Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi
Efisiensi Anggaran, Dinas Pendidikan Blora Alokasikan Rp.4,8 Miliar untuk Rehab  Sekolah Negeri
PGRI Blora Dorong Pengesahan UU Perlindungan Guru, Tekankan Kenyamanan dan Kepastian Hukum bagi Pendidik
PGRI Blora Nilai Wacana Sekolah Enam Hari sebagai Evaluasi Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 07:44

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:41

LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:13

Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:03

PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:06

Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi

Berita Terbaru