Ratusan Hektare Tebu Belum Tertebang, DPRD Minta Pemerintah Selamatkan Petani Blora

Avatar photo

- Wartawan

Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:14

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu petani tebu menyampaikan keluh kesahnya di Pendopo DPRD Blora

Salah satu petani tebu menyampaikan keluh kesahnya di Pendopo DPRD Blora

BLORA, BLORABARU.COM – Penutupan Pabrik PT Gendhis Multi Manis (GMM) Blora milik Bulog membuat petani tebu kelimpungan.

Tanpa pabrik penggilingan, hasil panen petani tebu terancam tidak terserap, sementara musim hujan mulai menghambat proses tebang angkut.

DPRD Blora pun mendesak pemerintah dan Bulog segera mencari solusi konkret sebelum kerugian petani kian membesar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPRD Blora, Mustopa mengungkapkan hasil audiensi antara petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dengan DPRD Kabupaten Blora mengungkapkan keresahan mendalam akibat berhentinya operasional Pabrik Gula (PG) GMM Blora.

Penutupan pabrik tersebut berdampak langsung terhadap ribuan petani yang kini kesulitan menjual hasil tebunya.

Bahkan, muncul kabar bahwa PG Trangkil juga berpotensi tutup, sementara sekitar 500 hektare tebu di Blora belum bisa ditebang.

“Maka dari itu ini harus ada solusi, apalagi ini musim hujan. Pemda dan DPRD sudah berdiskusi untuk mendatangkan Direktur Bulog agar ada perbaikan di tahun 2026. Saat ini baru dibahas secara internal di Bulog,” ujarnya, usai audiensi dengan APTRI di Blora. Senin, 20/10/2025.

Baca Juga :  DPC Gerindra Blora Salurkan Hewan Kurban

Menurut Mustopa kerusakan broiler di Pabrik GMM juga menjadi salah satu penyebab utama berhentinya produksi.

DPRD, berharap Bulog segera memberikan jawaban terkait langkah perbaikan fasilitas tersebut.

Disampaikan Mustopa, Bulog bukan menggunakan dana APBN, melainkan murni menjalankan bisnis berbasis pembiayaan perbankan.

“Petani berharap broiler segera dibenahi. Dari hasil pembahasan, untuk memperbaiki broiler dibutuhkan anggaran sekitar Rp. 200 miliar,” sebutnya.

Dalam pertemuan itu, Mustopa menegaskan DPRD bersama APTRI juga mencari solusi darurat agar tebu yang belum ditebang tetap bisa terangkut ke pabrik.

Salah satu opsi yang diusulkan adalah menyediakan alat berat seperti jonder atau bego untuk membantu truk pengangkut tebu masuk ke lahan yang berlumpur akibat hujan.

Baca Juga :  Di Sarasehan HPN 2026, Wakapolres Blora Dorong Pers Tetap Objektif dan Berimbang Kunci Ruang Publik yang Sehat

Selain itu, ia juga mendorong adanya kerja sama antara Pabrik GMM dan PG Trangkil untuk menampung sementara hasil panen petani Blora.

Jika PG Trangkil bisa memperpanjang masa giling, maka sebagian besar tebu dari Blora dapat terserap.

DPRD Blora berharap pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian dan Bulog, dapat segera mengambil langkah konkret agar petani tebu tidak menanggung kerugian lebih besar akibat berhentinya operasional pabrik di tengah musim giling.

Dalam waktu dekat ini, DPRD Blora akan memfasilitasi APTRI atau petani tebu untuk bertemu langsung dengan Menteri Pertanian dan Wamen di Jakarta.

“Kita sudah komunikasikan agar PT. GMM bisa berkoordinasi dengan Pabrik Trangkil supaya seluruh tebu di Blora bisa terselesaikan,” imbuhnya.

“Kami juga akan menjadwalkan audiensi dengan Menteri Pertanian dan Wamen, segera kami akan mengirim surat resmi agar keluh kesah petani disampaikan langsung,” pungkas politisi asli Todanan tersebut.

Berita Terkait

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang
BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan
BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga
Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru
PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar
GASTRA Blora Makin Berdampak, 2.657 Penerima Manfaat dan 815 Anak Yatim Disantuni
Perbedaan Parkir Umum dan Parkir Khusus di Blora Menurut Perda
Ribuan Peserta Tumpah Ruah di Jalan Sehat Massal HUT PPDI Blora, Honda Beat Jadi Rebutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:34

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:30

BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:11

BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45

PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:26

GASTRA Blora Makin Berdampak, 2.657 Penerima Manfaat dan 815 Anak Yatim Disantuni

Berita Terbaru