Mesin Boiler Rusak, DPRD Blora Cari Jalan Keluar untuk Selamatkan Petani Tebu

Avatar photo

- Wartawan

Rabu, 1 Oktober 2025 - 19:14

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Blora menerima audensi petani tebu di Pendopo DPRD.

DPRD Blora menerima audensi petani tebu di Pendopo DPRD.

BLORA , BLORABARU.COM – Polemik nasib petani tebu di Kabupaten Blora akibat rusaknya mesin broiler dan berhentinya operasional PT. Gendhis Multi Manis (GMM) mendapat perhatian serius DPRD Blora.

Ketua DPRD Blora Mustopa menegaskan pihaknya tengah mencari solusi agar keresahan petani tidak berlarut-larut.

“Kita cari win-win solution, artinya keresahan petani tebu ini bisa terakomodir,” ujar Mustopa usai menerima audensi dengan petani tebu di Pendopo DPRD Blora, Rabu, 1/10/2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, DPRD Blora akan menjembatani komunikasi antara PT GMM dan PG Trangkil, agar hasil panen petani di Blora tetap bisa terserap.

Baca Juga :  Sekolah Sisan Ngaji di Blora Jadi Benteng Moral

“Insha Allah, PT. GMM berkomunikasi dengan PG Trangkil supaya petani tebu di Blora bisa setor hasil pertanian ke sana,” jelasnya.

Lebih lanjut, DPRD juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Direktur Bulog pusat untuk mencari solusi.

“Ini dilakukan supaya ada solusi terkait kerusakan broiler, standart harga tebu di masing-masing pabrik sehingga tidak menimbulkan kecemburuan kepada petani,” tegasnya.

Bersamaan itu, Plt. Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Midiyanti menjelaskan bahwa penghentian produksi disebabkan kerusakan mesin broiler.

Perusahaan saat ini masih melakukan pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakan.

Baca Juga :  Semarak HUT Ke-60, Partai Golkar Blora Gelar Senam Bersama Tergetkan Pecahkan Rekor Muri

“Kami berharap PT GMM bisa buka lagi setelah perbaikan ini. Tapi harus dicek dulu seberapa berat kerusakan yang harus diperbaiki,” jelasnya.

Menurutnya, perbaikan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.

Namun, dengan kondisi panen yang sudah berlangsung, penyerapan tebu petani Blora tetap tidak bisa maksimal.

“Sekalipun sekarang diperbaiki, panen di Blora sebenarnya sudah tidak terserap,” keluhnya.

Ia menegaskan setiap tahun perusahaan melaporkan ke Bulog terkait kebutuhan perbaikan mesin.

“Tahun lalu kami sudah melaporkan ada perbaikan maintenance, tidak hanya broiler. Prediksi kami masih bisa digunakan untuk Tahun 2025,” katanya.

Berita Terkait

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang
BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan
BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga
Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru
PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar
GASTRA Blora Makin Berdampak, 2.657 Penerima Manfaat dan 815 Anak Yatim Disantuni
Perbedaan Parkir Umum dan Parkir Khusus di Blora Menurut Perda
Ribuan Peserta Tumpah Ruah di Jalan Sehat Massal HUT PPDI Blora, Honda Beat Jadi Rebutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:34

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:30

BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:11

BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45

PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:26

GASTRA Blora Makin Berdampak, 2.657 Penerima Manfaat dan 815 Anak Yatim Disantuni

Berita Terbaru