Kepala Dinas PMD Blora Tegaskan BUMDes dan Koperasi Wajib Bersinergi untuk Dorong Ekonomi Desa

Avatar photo

- Wartawan

Senin, 14 Juli 2025 - 21:53

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Widiarti.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Widiarti.

BLORA, BLORABARU.COM – Pemerintah Kabupaten Blora menegaskan pentingnya sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi desa dalam mengelola dana ketahanan pangan untuk mendorong kemandirian ekonomi desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Widrati menekankan minimal 20 persen anggaran ketahanan pangan dalam APBDes Perubahan wajib dicairkan sebagai penyertaan modal BUMDes.

“Dana ini dapat diakses pada tahap kedua penyaluran Dana Desa (DD) setelah APBDes disahkan,” ujar Yayuk saat ditemui di Kantor PMD, Senin, 14 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini, menurut Yayuk, bertujuan untuk mengalihkan dana dari rekening pasif ke sektor produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga :  Realisasi Bantuan Keuangan Provinsi di Blora Capai 97 Persen

Salah satu contoh nyata terlihat di Kecamatan Banjarejo, di mana BUMDes setempat sukses mengembangkan usaha peternakan ayam petelur.

“Modal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga mendukung program penurunan stunting melalui penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG),” tambahnya.

Lebih lanjut, Yayuk menegaskan pentingnya musyawarah desa dalam proses identifikasi potensi lokal sebelum menentukan unit usaha BUMDes.

“Musyawarah menjadi kunci agar solusi yang dihadirkan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi erat antara BUMDes dan koperasi desa.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang

“Keduanya ibarat saudara kandung yang harus bersinergi untuk memutus ketergantungan warga pada rentenir atau pinjaman online berbunga tinggi,” jelas Yayuk.

Yayuk menyebut dengan akses permodalan yang lebih terjangkau, masyarakat desa diharapkan mampu mengembangkan usaha produktif tanpa terbebani beban utang yang mencekik.

Kebijakan ini sejalan dengan program desa tematik berbasis potensi unggulan yang tengah digalakkan Pemkab Blora.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong-royong menyukseskan inisiatif ini.

“Ini momentum untuk mempercepat kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat desa,” tandasnya.

Berita Terkait

Harlah PPDI ke-20, Kadinas PMD Blora Dorong Peningkatan SDM dan Pelayanan Perangkat Desa
Warga Mlangsen Blora Sulap Sampah Jadi Panen Maggot, Diapresiasi Lurah
Dana Desa Purwosari 2026 Turun 65 Persen, APBDes Disepakati dan 14 Warga Ditetapkan Penerima BLT
Dana Desa Dipangkas 70 Persen, Desa Plantungan Blora Prioritaskan Layanan Dasar dan Optimalkan PADes
Dirjen Kemendes PDT Tinjau Noyo Gimbal View Blora, Buka Peluang Dukungan Kementerian untuk Desa Wisata Bangsri
Bank Sampah Koplakan Mlangsen, Blora Makin Berdaya
Dinas PMD Blora Desak Desa Percepat Pengajuan Bankeuprov
Ratusan Desa di Blora Gagal Cairkan Dana Desa Tahap Dua

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 06:02

Harlah PPDI ke-20, Kadinas PMD Blora Dorong Peningkatan SDM dan Pelayanan Perangkat Desa

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:53

Warga Mlangsen Blora Sulap Sampah Jadi Panen Maggot, Diapresiasi Lurah

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:32

Dana Desa Purwosari 2026 Turun 65 Persen, APBDes Disepakati dan 14 Warga Ditetapkan Penerima BLT

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:10

Dana Desa Dipangkas 70 Persen, Desa Plantungan Blora Prioritaskan Layanan Dasar dan Optimalkan PADes

Senin, 12 Januari 2026 - 12:54

Dirjen Kemendes PDT Tinjau Noyo Gimbal View Blora, Buka Peluang Dukungan Kementerian untuk Desa Wisata Bangsri

Berita Terbaru