Dilema Relokasi Pasar Kota Rembang

Avatar photo

- Wartawan

Sabtu, 22 Maret 2025 - 07:56

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopkum) Rembang, Moch. Mahfud.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopkum) Rembang, Moch. Mahfud.

BLORA, BLORABARU.COM – Relokasi Pasar Kota Rembang kembali menjadi polemik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menawarkan tiga opsi, namun hingga kini belum ada keputusan final.

Di tengah tarik ulur kepentingan, kepastian pembangunan pasar masih menjadi tanda tanya besar.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopkum) Rembang, Moch. Mahfud mengungkapkan bahwa tiga alternatif lokasi yang dipertimbangkan adalah tetap di lokasi lama, Stadion Krida Rembang, atau kawasan Galonan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sesuai arahan Pak Bupati, alternatif pertama tetap di lokasi pasar sekarang. Alternatif kedua di Stadion Krida, dan ketiga di sekitar Galonan,” jelasnya. ditulis Sabtu, 22/3/2025.

Baca Juga :  Eva Monalisa Luncurkan Mobil Advokasi Berbasis AI, Pelayanan Hukum Untuk Akses Keadilan

Namun, menurutnya setiap opsi punya konsekuensi besar. Kawasan Galonan masih belum memiliki lahan, sehingga pemkab harus mencari dan membeli tanah terlebih dahulu.

Sementara di Stadion Krida, meskipun tanah sudah tersedia, stadion harus lebih dulu dibangun ulang di lokasi lain sebelum area tersebut bisa digunakan untuk pasar.

Dari tiga opsi yang ada, Mahfud mengakui bahwa mempertahankan pasar di lokasi lama menjadi pilihan paling realistis dalam waktu dekat.

“Sesuai permintaan pedagang, pasar tetap di tempat semula. Tapi kita perlu menyusun ulang perencanaan, termasuk penataan parkir dan anggaran,” tandasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Blora, Mustopa, Ucapkan Selamat Hari Jadi Blora ke-275

Di tengah kebuntuan ini, sebagian pihak menilai bahwa pemindahan pasar justru bisa menjadi peluang kemajuan.

Seorang pegiat Adipura yang enggan disebut namanya mencontohkan Kabupaten Blora, yang dulu memindahkan pasar dari pusat kota ke lokasi baru sekitar 7 KM dari tempat lama.

“Awalnya banyak yang menolak, tapi sekarang pasar Blora justru lebih ramai dan lebih bersih. Kalau Rembang ingin maju, masyarakat, terutama pedagang, harus mendukung pemindahan pasar,” ujarnya.

Penulis : Sigit

Berita Terkait

Kepala SMP N 3 Kunduran: Baru Pertama Kali Terima Bantuan, Banpres Sulap Wajah Sekolah
Puluhan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Blora Masih Menunggu Perbaikan, Pemkab Andalkan CSR hingga Baznas
Blora Kekurangan 10 Ribu Titik Lampu Jalan, Dinrumkimhub Beralih ke PJUTS Demi Tekan Beban Listrik
Ribuan Ruang Kelas di Blora Rusak, Dinas Pendidikan Ajukan Revitalisasi 200 Sekolah
Jalan Ambles di Blora Belum Tuntas, DPRD Dorong Prioritas Anggaran 2027
Komisi C DPRD Blora Dorong Percepatan Perbaikan Jalan, Anggaran Jadi Tantangan Serius
Jelang Mudik, DPUPR Blora Kebut Perbaikan Jalan di Tengah Banyaknya Lubang
Jalan Vital Menuju Kawasan Wisata Tempuran Blora Rusak, Warga Pilih Gotong Royong

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:56

Kepala SMP N 3 Kunduran: Baru Pertama Kali Terima Bantuan, Banpres Sulap Wajah Sekolah

Senin, 29 Juni 2026 - 19:13

Puluhan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Blora Masih Menunggu Perbaikan, Pemkab Andalkan CSR hingga Baznas

Senin, 29 Juni 2026 - 17:05

Blora Kekurangan 10 Ribu Titik Lampu Jalan, Dinrumkimhub Beralih ke PJUTS Demi Tekan Beban Listrik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:24

Ribuan Ruang Kelas di Blora Rusak, Dinas Pendidikan Ajukan Revitalisasi 200 Sekolah

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:46

Jalan Ambles di Blora Belum Tuntas, DPRD Dorong Prioritas Anggaran 2027

Berita Terbaru