Blora Miliki Potensi Besar Hasilkan Pupuk Organik

Avatar photo

- Wartawan

Rabu, 10 September 2025 - 04:55

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa.

Foto istimewa.

BLORA, BLORABARU.COM – Kabupaten Blora merupakan daerah dengan populasi hewan ternak terbesar di Jawa Tengah.

Wilayah yang berbatasan dengan Jawa Timur ini dinilai memiliki potensi besar untuk menghasilkan pupuk organik dari kotoran hewan ternak.

Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan peluang pupuk organik ini bisa menjadi solusi persoalan kelangkaan pupuk sekaligus mendorong pertanian organik di Blora

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya kira dengan potensi yang dimiliki Blora ini menjadi peluang besar untuk pengembangan pertanian organik,” ujarnya diruang kerjanya ditulis, Rabu, 10/9/2025.

Menurut Bupati Arief, hampir setiap rumah tangga di Blora memiliki ternak sapi, kambing, maupun ayam.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, SPPG Ngawen 3 Blora Mulai Beroperasi, Sajikan Menu Istimewa di Hari Perdana

Namun, limbah kotoran hewan selama ini belum diolah optimal. Jika dimanfaatkan, kotoran tersebut bisa diubah menjadi pupuk organik berkualitas yang ramah lingkungan.

Ia menekankan, selain mengatasi kelangkaan pupuk kimia, penggunaan pupuk organik juga lebih murah dan mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian.

“Kalau dilakukan secara kontinyu, hasil panen lebih bagus, bahkan berasnya lebih wangi,” jelasnya.

Bupati Arief kembali meminta setiap desa membuat demplot percontohan agar masyarakat bisa meniru pengolahan organik.

Diharapkan, keterlibatan kepala desa dan perangkat desa untuk memberi contoh nyata.

Baca Juga :  Gus Fahim : Akibat Efisiensi Anggaran Bedampak Pada Infrastruktur Jalan dan Fasilitas Pendidikan di Blora

“Perlu tenaga ekstra untuk meyakinkan masyarakat kembali ke organik. Tapi kalau desa bisa memberi contoh, akan lebih mudah diikuti,” tegasnya.

Arief menyebut, sejumlah kelompok tani seperti Bajo dan Alam Sri yang mendapat binaan Pertamina sudah berhasil mengembangkan pupuk organik.

Bahkan, komunitas Suku Samin juga konsisten menjalankan pola pertanian organik.

Pemerintah daerah (Pemda), kata dia, akan menggandeng program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk memperluas pembinaan.

“Dari alam kembali ke alam. Potensi ini harus kita kelola agar Blora benar-benar bisa menjadi kabupaten organik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang
BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan
BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga
Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru
PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar
GASTRA Blora Makin Berdampak, 2.657 Penerima Manfaat dan 815 Anak Yatim Disantuni
Perbedaan Parkir Umum dan Parkir Khusus di Blora Menurut Perda
Ribuan Peserta Tumpah Ruah di Jalan Sehat Massal HUT PPDI Blora, Honda Beat Jadi Rebutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:34

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:30

BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:11

BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:05

Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45

PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar

Berita Terbaru