Blora Menuju Kabupaten Organik, Bupati Arief Dorong Perda hingga Pendampingan Petani

Avatar photo

- Wartawan

Selasa, 9 September 2025 - 06:23

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa.

Foto istimewa.

BLORA, BLORABARU.COM – Bupati Blora Arief Rohman menegaskan tekadnya menjadikan Blora sebagai kabupaten organik.

Langkah ini diambil sebagai jawaban atas kerusakan tanah pertanian sekaligus untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Kongres Organik Dunia yang diikuti 25 negara di Datong, Cina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kota Datong, lanjut Bupati Arief dulunya tandus kini berhasil disulap menjadi kawasan subur dengan produksi jagung, sorgum, dan buah-buahan.

“Kondisi Datong mirip dengan Blora. Ini menjadi inspirasi bahwa tanah rusak bisa dipulihkan dengan sistem organik,” ungkapnya diruang kerjanya ditulis, Selasa, 9/9/2025.

Menurut Bupati Arief, Blora memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan. Kabupaten ini tercatat sebagai penghasil jagung terbesar kedua di Jawa Tengah, memiliki populasi ternak terbesar, serta produksi padi yang dikenal berkualitas.

Baca Juga :  Polres Blora Sosialisasikan Hotline 110, Pastikan Keamanan Mudik Lebaran

“Kotoran hewan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Program Kotak Sejuta Umat yang kita jalankan bahkan dijadikan contoh oleh Kemendagri bagi daerah lain,” katanya.

Ia menambahkan untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Blora menggandeng berbagai pihak mulai dari stakeholder, organisasi masyarakat, hingga perguruan tinggi.

Pendampingan juga disiapkan melalui lebih dari 100 penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang akan dilatih khusus.

Selain itu, tanah bengkok desa dan eks lahan bengkok kelurahan akan dijadikan lahan percontohan penerapan pertanian organik.

Baca Juga :  SMPN 1 Blora Bagikan 1000 Takjil di Bulan Ramadhan 1446 H

Dari sisi regulasi, Bupati Arief menyebut Pemkab bersama DPRD tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) Organik sebagai payung hukum.

“Kita ingin Blora punya ciri pembeda. Target kita jelas, Blora menjadi kabupaten organik, dalam pertemuan dunia kemarin kita mengusulkan Indonesia menjadi pusat organik di Asia,” tandasnya.

Program pertanian organik, lanjutnya dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Kita ingin Blora menjadi kabupaten organik, selain menyehatkan konsumen, pendekatan ini juga menjadi solusi memperbaiki kesuburan lahan yang rusak,” tandasnya.

Berita Terkait

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang
BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan
BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga
Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru
PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar
GASTRA Blora Makin Berdampak, 2.657 Penerima Manfaat dan 815 Anak Yatim Disantuni
Perbedaan Parkir Umum dan Parkir Khusus di Blora Menurut Perda
Ribuan Peserta Tumpah Ruah di Jalan Sehat Massal HUT PPDI Blora, Honda Beat Jadi Rebutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:34

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:30

BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:11

BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:05

Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45

PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar

Berita Terbaru