Blora Masih Kekurangan Sekitar 900 Guru, Dindik Usulkan Rekrutmen ASN Tahun Depan

Avatar photo

- Wartawan

Senin, 4 Agustus 2025 - 17:27

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo.

BLORA, BLORABARU.COM – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blora mencatat kekurangan sekitar 900 guru dari jenjang SD hingga SMP.

Kondisi ini membuat sejumlah guru terpaksa merangkap tugas, sementara rekrutmen ASN akan mulai diusulkan pada tahun depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, mengungkapkan bahwa hingga Desember, Blora masih mengalami kekurangan sekitar 900 guru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebutuhan itu mencakup guru di jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Menurut data kita, kekurangan guru masih sekitar 900. Ini terjadi karena rasio ideal guru dengan murid adalah 1 banding 12, sementara saat ini kita masih menggunakan acuan rasio 1 banding 20,” jelas Sunaryo, Senin, 4/8/2025.

Baca Juga :  Gus Sin Dorong Kader PKB Blora Jadi Penggerak Perubahan

Ia menjelaskan, tahun ini merupakan periode terakhir penyelesaian afirmasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Mulai tahun depan, rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dilakukan secara murni tanpa melibatkan tenaga honorer.

“Untuk tahun depan, kita akan mengusulkan formasi ASN. Itu artinya proses seleksi akan dibuka untuk CPNS secara reguler,” katanya.

Menurut Sunaryo, untuk mengatasi kekurangan sementara, Dinas Pendidikan melakukan redistribusi guru di sekolah-sekolah yang kelebihan tenaga pengajar.

Beberapa guru bahkan harus merangkap tugas, terutama di tingkat SMP, seperti menjadi Wakil Kepala Sekolah, Kepala Laboratorium, hingga Kepala Perpustakaan.

Baca Juga :  Jalur Kritis Tak Tersentuh, Kades Bacem Blora Desak Pembangunan Jalan di 2026

“Meski merangkap jabatan, mereka tetap diminta mengajar minimal 24 jam per minggu. Ini bentuk upaya kita untuk menutupi kekurangan yang ada,” kata Sunaryo.

Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan guru merupakan hal mendesak yang masuk kategori kebutuhan wajib.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar kebutuhan tersebut dapat dianggarkan.

“Saya berharap kebutuhan guru bisa segera terpenuhi. Kami serahkan kepada TAPD untuk mengatur anggarannya karena ini sangat mendesak,” demikian Sunaryo memungkasi.

Berita Terkait

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan
LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi
Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah
PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan
Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi
Efisiensi Anggaran, Dinas Pendidikan Blora Alokasikan Rp.4,8 Miliar untuk Rehab  Sekolah Negeri
PGRI Blora Dorong Pengesahan UU Perlindungan Guru, Tekankan Kenyamanan dan Kepastian Hukum bagi Pendidik
PGRI Blora Nilai Wacana Sekolah Enam Hari sebagai Evaluasi Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 07:44

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:41

LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:13

Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:03

PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:06

Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi

Berita Terbaru