BLORA, BLORABARU.COM – Kenaikan harga Pertamina Dex menjadi ancaman baru bagi upaya distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Blora.
Biaya operasional armada tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dipastikan meningkat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Widodo, menyebut seluruh kendaraan tangki merupakan kendaraan besar berplat merah sehingga menggunakan Pertamina Dex dari Rp.14.500 menjadi Rp. 21.150 per liter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut membuat biaya distribusi air otomatis meningkat setelah harga bahan bakar mengalami kenaikan.
“Kalau bisa kami koordinasikan, minimal tidak terlalu berat. Dengan kenaikan itu maka akan mengurangi jumlah air yang akan diberikan ke masyarakat, karena hal ini dipengaruhi oleh hitungan sebelum BBM naik,” ungkapnya ditulis, Sabtu, 4/7/26.
Menurut Widodo, BPBD memiliki 30 personel yang didukung para relawan serta enam anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) yang selama ini menjadi ujung tombak dalam penanganan berbagai bencana, termasuk pendistribusian air bersih saat kekeringan melanda.
Diakuinya, agar anggaran yang tersedia tetap mencukupi hingga akhir musim kemarau.
BPBD Blora akan melakukan identifikasi terhadap titik pengambilan air yang paling efisien.
Langkah tersebut diperlukan untuk menekan biaya operasional distribusi.
Artinya, sumber air yang dipilih harus sedekat mungkin dengan wilayah sasaran agar penggunaan bahan bakar lebih hemat dan distribusi menjadi lebih efektif.
Sebagai contoh, ia menyinggung wilayah Cepu yang memerlukan perencanaan matang terkait lokasi pengambilan air.
Apabila air harus diangkut dari lokasi yang terlalu jauh, beban biaya akan semakin besar, terlebih setelah kenaikan harga Pertamina Dex.
“Wilayah Cepu ambilnya di mana, kalau diambil dari sini apalagi dengan kenaikan harga BBM,” katanya.
Widodo menegaskan untuk mengurangi beban operasional tersebut.
BPBD berencana mengajukan permohonan keringanan atau skema subsidi bahan bakar bagi kendaraan operasional penanganan bencana.
Dukungan tersebut penting agar pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan tidak terganggu akibat meningkatnya biaya operasional armada tangki.
“Saya akan berusaha minta semacam keringanan atau BBM subsidi kalau bisa,” ucapnya.






















Komentar