Siswa SMPN 2 Tunjungan Dilatih Jadi Wirausahawan Sejak Dini

Avatar photo

- Wartawan

Minggu, 13 April 2025 - 07:00

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa.

Foto Istimewa.

BLORA, BLORABARU.COM – Tak hanya duduk manis di bangku kelas, puluhan siswa SMP Negeri 2 Tunjungan, Kabupaten Blora, turun langsung mencampur semen, pasir, dan air untuk mencetak batako.

Mereka melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Kewirausahaan”, yang digelar sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka.

Alih-alih ceramah di ruang kelas, siswa kelas VII dan VIII justru belajar di “laboratorium nyata” di halaman sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SMPN 2 Tunjungan, Endang Sri Wahyuni menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar soal menghasilkan batako, tetapi juga mencetak karakter.

Baca Juga :  BPN Blora Buka Layanan Akhir Pekan Saat Mudik Lebaran, Warga Bisa Urus Sertifikat dan Konsultasi Pertanahan

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata yang melatih kerja sama, tanggung jawab, disiplin, serta keterampilan hidup yang berguna di masa depan,” ungkap Endang, penuh semangat. ditulis Minggu, 13/4/2025.

Ia menekankan bahwa P5 adalah ruang terbuka untuk menempa generasi tangguh, berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

“Dengan belajar membuat batako, siswa juga mengenal nilai kerja keras, ketekunan, dan inovasi. Ini adalah bekal penting untuk membangun mentalitas wirausaha yang tangguh,” tambahnya.

Baca Juga :  Danang Wicaksana Bersama Menteri Pendidikan Dasar Abdul Mu'ti Dianugerahi Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci

Salah satu siswi kelas VIII, Riva Dhilla Syafira, mengaku bangga bisa terlibat.

“Ini pengalaman yang seru dan bermanfaat, apalagi dilakukan bersama teman-teman. Kita belajar cara membuat batako sekaligus belajar kerja tim yang solid,” katanya.

Menurutnya, selama proses berlangsung, para siswa dibimbing oleh guru pendamping dengan pendekatan gotong royong.

“Tak hanya aspek teknis, siswa juga dikenalkan pada prinsip efisiensi bahan dan proses produksi.” pungkasnya.

Berita Terkait

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan
LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi
Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah
PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan
Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi
Efisiensi Anggaran, Dinas Pendidikan Blora Alokasikan Rp.4,8 Miliar untuk Rehab  Sekolah Negeri
PGRI Blora Dorong Pengesahan UU Perlindungan Guru, Tekankan Kenyamanan dan Kepastian Hukum bagi Pendidik
PGRI Blora Nilai Wacana Sekolah Enam Hari sebagai Evaluasi Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 07:44

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:41

LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:13

Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:03

PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:06

Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi

Berita Terbaru