DAK Pendidikan 2025 Tak Cair, Perbaikan Sekolah di Blora Terancam Terbengkalai

Avatar photo

- Wartawan

Selasa, 18 Februari 2025 - 21:30

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa.

Foto istimewa.

BLORA, BLORABARU.COM – Sekolah yang rusak di Kabupaten Blora terancam tidak diperbaiki. Menyusul, setelah Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 tak masuk ke kas daerah.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Blora, Sandy Tresna Hadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan 150 sekolah untuk mendapatkan anggaran perbaikan.

Dari jumlah itu, sebanyak 83 sekolah telah diaprprov pada Agustus 2024, yang terdiri dari 69 SD, 13 SMP, dan 1 PAUD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada Agustus 2024 lalu sudah muncul sekolah yang di-approve atau diterima dan dipertimbangkan. Jadi dari 150 ada 83 sekolah yang diterima dan diusulkan,” katanya. ditulis Selasa, 18/2/2025.

Baca Juga :  179 Pelajar Ikuti Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Kabupaten Blora

Namun, lanjut Sandy perubahan kebijakan di tingkat pusat membuat anggaran DAK ditarik dan pengelolaannya dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Akibatnya, dana tersebut tidak masuk ke kas daerah dan hingga kini belum ada kejelasan terkait tindak lanjut pembangunan sekolah yang telah diusulkan.

“Tahun-tahun sebelumnya, pada Desember biasanya sudah ada kejelasan nama sekolah dan besaran anggaran. Namun karena ada perubahan ini, sekarang semuanya tak jelas. Proses usulan berhenti pada Agustus tahun lalu,” tambahnya.

Disampaikan Sandy, berdasarkan hasil survei pada 2024, masih terdapat 381 ruang kelas di ratusan sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Baca Juga :  Jalan Vital Menuju Kawasan Wisata Tempuran Blora Rusak, Warga Pilih Gotong Royong

Selain itu, terdapat 48 ruang guru, 22 perpustakaan, 6 laboratorium, 42 toilet, dan 9 UKS yang juga dalam kondisi memprihatinkan.

“Dengan tidak adanya DAK, dampaknya sangat signifikan. DAK ini andalan kami untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah. Bertahun-tahun, dari DAK kami mendapatkan puluhan miliar rupiah,” ungkapnya.

Menurut Sandy, satu-satunya sumber pendanaan untuk perbaikan sekolah hanya mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU) dan bantuan dari provinsi (Banprov).

“Karena ini kebijakan pusat, kami hanya bisa menerima dan tidak bisa berbuat banyak. Dampaknya tentu sangat berpengaruh terhadap target perbaikan sekolah yang telah direncanakan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan
LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi
Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah
PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan
Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi
Efisiensi Anggaran, Dinas Pendidikan Blora Alokasikan Rp.4,8 Miliar untuk Rehab  Sekolah Negeri
PGRI Blora Dorong Pengesahan UU Perlindungan Guru, Tekankan Kenyamanan dan Kepastian Hukum bagi Pendidik
PGRI Blora Nilai Wacana Sekolah Enam Hari sebagai Evaluasi Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 07:44

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:41

LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:13

Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:03

PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:06

Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi

Berita Terbaru