268 Mahasiswa RPL Didorong Belanja Masalah, Ini Kata Kadis PMD Blora

Avatar photo

- Wartawan

Selasa, 15 Juli 2025 - 05:49

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa.

Foto Istimewa.

BLORA, BLORABARU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora tak ingin kualitas sumber daya manusia (SDM) perangkat desa jalan di tempat.

Melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Dinas PMD menjadikannya sebagai alat untuk menggali persoalan mendasar di desa, sekaligus mendorong solusi dari bawah.

Bagi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Widrati, RPL bukan sekadar program akademik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutnya sebagai momentum strategis untuk meningkatkan mutu dan daya kritis perangkat desa terhadap realitas di lapangan.

“Dari 268 mahasiswa RPL, kami harap saat menyusun laporan akhir mereka mampu melakukan belanja masalah di desanya masing-masing. Ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujar Yayuk saat ditemui di kantornya, ditulis Selasa, 15/7/2025.

Baca Juga :  ASN Jumat Bersarung di Blora Resmi Berlaku

Menurutnya, laporan akhir peserta RPL bukan hanya menginventarisasi masalah, tetapi juga membuka kemungkinan solusi lokal yang konkret.

Hasil laporan tersebut menjadi masukan penting bagi Pemkab dalam menyusun program pemberdayaan yang lebih baik.

“Besok saya minta mereka melaporkan ke kita hasilnya. Jadi kita bisa melihat potensi sekaligus titik rawan. Paling tidak kita punya gambaran utuh tentang kondisi desa dari perspektif mereka sendiri,” imbuhnya.

Lebih jauh Yayuk menjelaskan, data dari RPL akan memperkaya pemetaan berbasis Indeks Desa Membangun (IDM) dan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

Namun ia menggarisbawahi pentingnya sinkronisasi antara hasil identifikasi masalah dengan arah pembangunan dari pusat hingga desa.

Baca Juga :  Kecamatan Blora Menang Tipis Atas Kradenan

“Kita tidak bisa bergerak sendiri. Belanja masalah harus dikaitkan dengan kerangka kebijakan yang lebih besar, dari nasional, propinsi, daerah hingga desa,” tandasnya melanjutkan.

Meski program peningkatan kualitas SDM desa belum didukung anggaran khusus, Dinas PMD tetap menggencarkan monitoring dan evaluasi (monev) ke lapangan.

Penguatan kapasitas juga terus dilakukan lewat bimbingan teknis (bimtek) rutin yang digelar di tiap kecamatan.

Yayuk juga menekankan pentingnya partisipasi aktif peserta dalam setiap kegiatan pembinaan.

“Dengan adanya Bimtek dan monev, kita harap perangkat desa bisa memahami aturan, memperluas wawasan, dan yang paling utama, tidak melanggar,” tegasnya.

Berita Terkait

Harlah PPDI ke-20, Kadinas PMD Blora Dorong Peningkatan SDM dan Pelayanan Perangkat Desa
Warga Mlangsen Blora Sulap Sampah Jadi Panen Maggot, Diapresiasi Lurah
Dana Desa Purwosari 2026 Turun 65 Persen, APBDes Disepakati dan 14 Warga Ditetapkan Penerima BLT
Dana Desa Dipangkas 70 Persen, Desa Plantungan Blora Prioritaskan Layanan Dasar dan Optimalkan PADes
Dirjen Kemendes PDT Tinjau Noyo Gimbal View Blora, Buka Peluang Dukungan Kementerian untuk Desa Wisata Bangsri
Bank Sampah Koplakan Mlangsen, Blora Makin Berdaya
Dinas PMD Blora Desak Desa Percepat Pengajuan Bankeuprov
Ratusan Desa di Blora Gagal Cairkan Dana Desa Tahap Dua

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 06:02

Harlah PPDI ke-20, Kadinas PMD Blora Dorong Peningkatan SDM dan Pelayanan Perangkat Desa

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:53

Warga Mlangsen Blora Sulap Sampah Jadi Panen Maggot, Diapresiasi Lurah

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:32

Dana Desa Purwosari 2026 Turun 65 Persen, APBDes Disepakati dan 14 Warga Ditetapkan Penerima BLT

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:10

Dana Desa Dipangkas 70 Persen, Desa Plantungan Blora Prioritaskan Layanan Dasar dan Optimalkan PADes

Senin, 12 Januari 2026 - 12:54

Dirjen Kemendes PDT Tinjau Noyo Gimbal View Blora, Buka Peluang Dukungan Kementerian untuk Desa Wisata Bangsri

Berita Terbaru