Momentum Hardiknas, DPRD Blora Dorong Pendidikan Berbasis Akhlak dan Keteladanan Bukan Sekedar Transfer Ilmu

Avatar photo

- Wartawan

Sabtu, 3 Mei 2025 - 06:02

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi D DPRD Blora, Ahmad Fahim Mullaby ditemui diruang komisi.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Blora, Ahmad Fahim Mullaby ditemui diruang komisi.

BLORA, BLORABARU.COM – Di tengah gegap gempita peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Blora dihadapkan pada pekerjaan peningkatan kualitas pendidikan dan  moralitas murid.

“Sejauh ini pendidikan di Blora sudah berjalan baik, tetapi kualitasnya harus ditingkatkan agar tak tertinggal dari kabupaten lain,” tegas Wakil Ketua Komisi D DPRD Blora, Ahmad Fahim Mullaby, saat dimintai tanggapan soal momentum Hari Pendidikan Nasional 2025. Jumat kemarin, 2/5/2025.

Komisi D, kata Gus Fahim, akan terus mengawal dan bersinergi dengan Dinas Pendidikan (Diknas) untuk memastikan program-program pendidikan berjalan efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu program prioritas yang ia dorong adalah Sekolah Sisan Ngaji (SSN), sebuah pendekatan integratif yang menggabungkan pendidikan formal dan pembinaan keagamaan.

Baca Juga :  Sosialisasi PMK Digencarkan, Pemkab Blora Antisipasi Ancaman pada Sapi dan Kerbau

“Sebagai pribadi yang berbasis pesantren, saya ingin SSN ini bukan sekadar simbol, tapi benar-benar diperkuat,” ujarnya.

Ia pun menekankan bahwa dunia pendidikan kini menghadapi krisis yang lebih dalam yakni krisis moral.

Menurutnya, guru tak cukup hanya mengajar. Mereka harus mendidik dan menjadi contoh nyata bagi peserta didik.

“Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tapi soal keteladanan. Ini yang makin langka. Murid-murid butuh panutan, bukan hanya pengajar yang fasih bicara namun juga memberi teladan dan contoh yang baik,” tandasnya.

Baca Juga :  DPRD Blora Buka Pintu untuk Warga Usai Insiden Penganiayaan Protes Tambang di PT KRI

Ia menyayangkan jika masih ada guru yang menyampaikan nilai-nilai moral di kelas, tapi gagal mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam keterangannya, Gus Fahim menggarisbawahi infrastruktur pendidikan di Blora memang sudah mulai merata.

Bahkan pondok pesantren pun telah mendapat perhatian. Namun, semua itu tidak akan berarti jika aspek moral diabaikan.

“Saya lebih melihat moral, kalau orang pintar sekarang sudah banyak. Tetapi moralitas harus kita kawal.” lanjutnya.

“Ujung tombaknya guru harus jadi contoh dan panutan yang baik bagi muridnya, artinya moralitas tidak hanya sekedar dengan kata – kata tetapi juga dengan tindakan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan
DPR RI, Eva Monalisa Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Bedah Rumah di Dapil Jateng III
Gerindra Blora Kirim 100 Pemuda Ikuti Pendidikan Laskar di Semarang, Siapkan Kader Tangguh Masa Depan
Siswanto Apresiasi Progam Prioritas Prabowo – Gibran
Arief Rohman Resmi Pimpin PKB Blora, Gus Hakim : Target Tambah Kursi 
DPC Gerindra Blora Salurkan Hewan Kurban
Musancab PDI Perjuangan Blora Dihadiri Ribuan Pendukung
Konsolidasi PSI Blora Digeber, Targetkan Lima Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 07:44

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:21

DPR RI, Eva Monalisa Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Bedah Rumah di Dapil Jateng III

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:07

Gerindra Blora Kirim 100 Pemuda Ikuti Pendidikan Laskar di Semarang, Siapkan Kader Tangguh Masa Depan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:04

Siswanto Apresiasi Progam Prioritas Prabowo – Gibran

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:29

Arief Rohman Resmi Pimpin PKB Blora, Gus Hakim : Target Tambah Kursi 

Berita Terbaru