Izin Sumur Tua di Blora Mandek, Penambang Terancam Tak Bisa Makan

Avatar photo

- Wartawan

Jumat, 9 Mei 2025 - 06:40

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini didampingi Asisten dua, Dasiran di ruang Sekda Blora.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini didampingi Asisten dua, Dasiran di ruang Sekda Blora.

BLORA, BLORABARU.CPM – Harapan ratusan penambang minyak tradisional di Kabupaten Blora, kembali terpental di meja rapat.

Rapat koordinasi pengelolaan sumur tua yang digelar Pemkab Blora dengan mengundang stake holder terkait pada Kamis, 8/5/2025 siang tak memberi angin segar bagi para penambang.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyebut ada dua poin utama yang mengemuka dalam rapat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hasil kesimpulan rapat, solusi yang diminta penambang tidak bisa dikabulkan karena bertentangan dengan regulasi. Jika dilanggar, otomatis akan kena sanksi,” tegas Budhe Rini, sapaan akrabnya diruang Sekda Blora.

Baca Juga :  Permen 14/2025 Buka Peluang Besar, Blora Siap Kelola Ribuan Sumur Rakyat

Sebagai langkah lanjut, kata dia, Pemkab akan bersurat ke Menteri ESDM dan menggelar audiensi bersama Muspida untuk mendorong percepatan penerbitan izin.

“Ini malam konsep langsung di buat, besok kita konsultasikan ke Pak Bupati dan kita sama – sama ketemu di Semarang,” tegasnya.

Menurut Budhe Rini, masyarakat penambang sumur tua sangat berharap ijin segera terbit karena stok barang sudah menumpuk.

Para penambang tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Mereka terjepit antara regulasi dan realita. Stok minyak mentah menumpuk, perut lapar tak bisa ditunda.

Baca Juga :  Pemanfaatan Media Sosial Jadi Fokus Pembinaan Diknas Blora

“Sudah tiga bulan kami tidak bisa kerja. Ada 731 penambang yang menggantungkan hidup di sumur tua Ledok. Kami ingin segera kerja, dapat duit, dan bisa makan,” pinta Daryanto, Ketua Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok (PPMSTL).

Keluhan serupa datang dari Kepala Desa Ledok, Sri Lestari. Ia menyebut hasil rapat tak memuaskan dan belum menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.

“Belum ada solusi. Kami masih menunggu. Tapi hasil rapat ini belum memuaskan,” ujarnya singkat.

Berita Terkait

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang
BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan
BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga
Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru
PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar
GASTRA Blora Makin Berdampak, 2.657 Penerima Manfaat dan 815 Anak Yatim Disantuni
Perbedaan Parkir Umum dan Parkir Khusus di Blora Menurut Perda
Ribuan Peserta Tumpah Ruah di Jalan Sehat Massal HUT PPDI Blora, Honda Beat Jadi Rebutan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:34

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:30

BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:11

BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:05

Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45

PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar

Berita Terbaru