SMP Negeri 1 Blora Raih Apresiasi dalam P5 Bertema Robotik

oleh
oleh
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo didampingi Kepala SMP Negeri 1 Blora, Ainur Rofiq.

BLORA, BLORABARU.COM – Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Blora mengapresiasi pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 1 Blora yang berhasil memadukan eksplorasi pengetahuan dan pengalaman sekolah menjadi produk nyata.

Kepala Diknas Kabupaten Blora, Sunaryo, menilai bahwa produk-produk hasil inovasi siswa memiliki keunggulan tersendiri dan berpotensi diterapkan di masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam dunia pendidikan.

Baca Juga :  PT BPR BKK Bangga Dukung Pemkab Blora Kendalikan Inflasi, Kabupaten Kembali Masuk Nominasi Innovative Government Award 2025

“Hal ini sejalan dengan kebutuhan zaman yang semakin menuntut inovasi dan digitalisasi.  Bahkan nanti bisa dikembangkan lebih lanjut. Meskipun motor robotik ini masih sederhana dan belum bisa menyaingi produk yang sudah ada, namun ini menjadi langkah awal yang baik.” ungkap Sunaryo, Selasa, 25/2/2025.

Didampingi Kepala SMP Negeri 1 Blora, Ia juga menyoroti keunikan P5 bertema robotik yang diusung oleh SMP Negeri 1 Blora, karena hanya sekolah ini yang memiliki ekstrakurikuler robotik dibandingkan sekolah-sekolah lain.

“Ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan potensi serupa,” tambahnya.

Baca Juga :  90 Persen Pasien RSUD Blora Pengguna BPJS, Manajemen Tegaskan Tak Ada Diskriminasi Layanan

Sementara itu, Ainur Rofiq, Kepala SMP Negeri 1 Blora, menjelaskan bahwa puncak kegiatan P5 kali ini mengangkat tema Rekayasa dan Teknologi Untuk Membangun NKRI dengan subtema Hidup Mudah dengan Teknologi Robot.

Menurutnya, kegiatan ini telah memasuki tahun kedua dan mendapat sambutan positif dari para orang tua.

Baca Juga :  E - Parkir di Pasar Sido Makmur Blora Siap Beroperasi, Terkendala Regulasi

Jika tahun sebelumnya hanya ada satu produk robot, tahun ini inovasi semakin berkembang dengan adanya diferensiasi produk, meskipun waktu pelaksanaannya terbatas.

“Tujuannya bukan pada produk, akan tetapi anak lebih mengenal teknologi untuk dikerjakan secara gotong royong, membangun pikiran positif dan bernalar kritis.” tandasnya.