BLORA, BLORABARU.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Niken Mayasari mendorong penguatan kapasitas generasi muda di Kabupaten Blora melalui pelatihan digital marketing.
Menurutnya, langkah ini penting agar pemuda Blora mampu memanfaatkan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan platform digital untuk mempromosikan potensi daerah secara lebih luas dan cepat.
“Sekarang zamannya melek teknologi yang sudah semakin berkembang dengan adanya AI, ChatGPT dan lainnya. Kita ingin sesuai dengan kebutuhan zaman, sehingga minat dan pelatihan digital marketing menjadi penting agar pemuda Blora berani tampil dan berkembang,” ujar Niken di ruang pertemuan Sekda Blora, Sabtu, 14/3/2026.
Ia menjelaskan, DPRD Provinsi Jawa Tengah berkeinginan memfasilitasi berbagai program pelatihan digital marketing bagi generasi muda.
Melalui, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kemampuan promosi berbasis digital.
Pelatihan tersebut dapat dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta maupun konten kreator, baik dari Blora maupun luar daerah, yang memiliki pengalaman di bidang pemasaran digital.
“Pelatihan bisa dilakukan dengan bermitra dengan swasta atau konten kreator yang kompeten sehingga dapat menjadi narasumber dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta,” jelasnya.
Niken menilai potensi digital marketing sangat besar, terutama untuk mempercepat promosi berbagai potensi daerah, mulai dari produk UMKM, pariwisata, hingga kegiatan ekonomi kreatif di Blora.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang perlu diatasi, terutama terkait sumber daya manusia serta minat generasi muda untuk mengembangkan bakat di bidang digital.
“Tidak bisa dipungkiri, kendalanya ada pada SDM dan minat anak muda agar mau berkembang dan mengeksplorasi bakatnya,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berkomitmen terus mendorong pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan agar generasi muda mampu mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
“Solusinya kita tetap memfasilitasi pelatihan dan melakukan pendampingan. Harapannya ke depan mereka tidak hanya berkembang, tetapi juga dapat menularkan pengetahuan yang sudah didapatkan kepada yang lain,” pungkasnya.

















