BLORA, BLORABARU.COM – Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. H. Tabrani, melakukan kunjungan lapangan ke objek wisata Noyo Gimbal View, Desa Bangsri, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kunjungan ini menjadi sinyal terbukanya peluang dukungan kementerian terhadap pengembangan desa wisata berbasis inovasi lokal.
“Ini kunjungan pertama kali saya di tempat wisata Noyo Gimbal View,” ungkap Dr. H. Tabrani, saat meninjau lokasi, Senin, 12/1/2026.
Menurutnya, Desa Bangsri menunjukkan inovasi yang kuat dalam mengembangkan potensi wisata desa.
Keberadaan Noyo Gimbal View mampu melengkapi kebutuhan masyarakat akan ruang rekreasi.
“Top ini, Kepala Desa Bangsri memiliki inovasi yang tinggi. Diharapkan dengan adanya tempat wisata ini dapat melengkapi kebutuhan masyarakat yang perlu adanya tempat wisata,” ujarnya.
Dirjen Tabrani menegaskan, kunjungan tersebut tidak sekadar seremonial.
Ia menyebut, hasil tinjauan lapangan akan dilaporkan kepada Menteri Desa PDTT sebagai bahan pertimbangan dukungan program dari kementerian.
“Kami datang melihat secara langsung untuk dilaporkan kepada Pak Menteri. Mudah-mudahan Pak Menteri bisa datang ke sini.” jelasnya.
“Nanti kalau Pak Menteri datang, kira-kira apa yang bisa disuport dari Kementerian terhadap tempat wisata Noyo Gimbal View yang ada di Desa Bangsri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bangsri, Laga Kusuma, berharap kunjungan Dirjen Kemendes PDTT menjadi pintu masuk dukungan konkret bagi pengembangan desa wisata ke depan.
“Kami berharap ada support untuk pengembangan wisata Desa Bangsri ke depannya. Dan ngundang Pak Menteri, diusahakan pak ya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Dirjen Kemendes PDTT ke Desa Bangsri.
Ia menilai Noyo Gimbal View merupakan salah satu contoh pengembangan desa wisata yang tumbuh dari inisiatif desa.
“Kita ajak mengunjungi salah satu contoh pengembangan desa wisata di Blora. Semoga ke depan ada bimbingan dan pendampingan dari Kementerian,” ujar Bupati Arief Rohman.









