Bupati Arief Berharap Blora Miliki Kawasan Industri Berbasis Gas

oleh
oleh
Bupati Blora, Arief Rohman diruang kerjanya.

BLORA, BLORABARU.COM –  Pemerintah Kabupaten  (pemkab) Blora mulai merintis langkah strategis untuk mewujudkan kawasan industri berbasis gas.

Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan usulan kepada Kementerian Kehutanan agar lahan seluas sekitar 1.300 hektare di wilayah Cemoro Modang Pos DX dapat dialihfungsikan menjadi kawasan industri.

“Jadi kita punya mimpi, baru tahap mau mengusulkan Blora ada kawasan industri,” ujar Bupati Arief, diruang kerjanya, Rabu, 25/2/2025.

Bupati Arief menjelaskan, keterbatasan utama Blora dalam pengembangan kawasan industri adalah ketersediaan lahan.

Pilihanya, di kawasan Cemoro Modang Pos DX, daerah tersebut banyak hutan yang gundul.

Ke depan, area tersebut masuk kategori kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) yang kepemilikannya berada di bawah Kementerian Kehutanan dengan luas 1.300 hektar.

Baca Juga :  Komisi C DPRD Blora Lakukan Sidak ke PT Pentawira di Desa Jiken Terkait Saluran Air Penyebab Banjir

“Kita berupaya nanti bersurat ke Kementerian Kehutanan apakah dimungkinkan atau diperbolehkan untuk diubah menjadi kawasan industri,” katanya.

Menurut Bupati Arief, Blora memiliki keunggulan dan modal yang kuat untuk pengembangan industri, terutama karena ditopang potensi gas alam yang besar.

Selain itu, posisi geografis Blora dinilai strategis karena berada di jalur jalan nasional, berjarak sekitar 1,5 jam dari akses Tol Ngawi, serta relatif dekat dengan jalur laut melalui Rembang.

“Namun yang terpenting adalah akses. Selain itu, Blora memiliki berbagai kemudahan investasi, terutama dalam hal perizinan dan kemudahan berusaha,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dua Periode Perjuangkan Jembatan Talokwohmojo, M. Mukhlisin : Ini Jalur Vital Ekonomi Warga Ngawen Blora

Dukungan pengembangan kawasan industri ini, lanjut Arief, juga datang dari keberadaan PT Pentawira, penataan ulang Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW), serta dorongan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan DPRD Blora.

Ia mencontohkan, saat kunjungan ke kawasan industri Batang, diketahui bahwa pasokan gas untuk kawasan tersebut justru berasal dari Blora.

“Kemarin saya dari kawasan industri Batang, ternyata gasnya dari Blora. Oleh karena itu, mestinya kita punya kawasan industri sendiri,” tegasnya melanjutkan.

Setelah mengajukan permohonan ke Kementerian Kehutanan, Pemkab Blora juga akan melanjutkan koordinasi ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian agar Blora dapat mengusulkan kawasan industri berbasis gas ke pemerintah pusat melalui Gubernur Jawa Tengah.

Baca Juga :  Perempuan Bangsa PKB Blora Bagikan 1.000 Takjil di Empat Titik Strategis

“Ini mimpi kita. Mohon doanya, nanti harus bareng-bareng agar mimpi Blora punya kawasan industri bisa diusulkan ke pemerintah pusat melalui Pak Gubernur,” pintanya.

Dari sisi potensi,  Bupati Arief menyebut Blora memiliki cadangan gas yang besar.

Di antaranya Lapangan Gundih, serta potensi gas lain yang masih dalam tahap pengembangan.

“Kalau dari sisi potensi, ini bagus. Bahan bakunya Insha Allah tersedia. Tinggal infrastruktur pendukungnya, seperti listrik, air bersih, dan sarana lainnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *