BLORA, BLORABARU.COM — Pariwisata di Kabupaten Blora hingga kini dinilai masih belum berkembang signifikan.

Pengelolaan wisata masih didominasi oleh desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sementara dukungan infrastruktur antarkawasan belum terintegrasi secara optimal.

Hal tersebut disampaikan Eva Monalisa, Anggota Komisi VII DPR RI saat menyoroti kondisi pariwisata di daerah pemilihannya (dapil) yang meliputi Kabupaten Pati, Blora, Rembang, dan Grobogan.

Menurut Eva, kemajuan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari kualitas dan konektivitas infrastruktur.

“Kalau kita bilang pariwisata Blora, boleh dibilang belum ya, karena kita masih mengandalkan wisata desa yang dikelola BUMDes. Ini yang terus saya suarakan di dapil saya, karena pariwisata harus terintegrasi dengan infrastruktur,” kata Eva. ditulis Minggu, 22/2/2026.

Blora, lanjut Eva sebenarnya telah memiliki stasiun kereta api.

Namun, belum tersedia transportasi umum antar kota yang memadai untuk menunjang mobilitas wisatawan.

Kondisi serupa juga terjadi di Pati dan Rembang, sehingga aksesibilitas menjadi kendala serius dalam pengembangan sektor pariwisata.

Blora ada stasiun kereta api, tapi tidak memiliki transportasi umum antar kota. Begitu pula Pati dan Rembang. Ini yang masih saya suarakan agar infrastruktur itu benar-benar terintegrasi,” tegasnya.

Meski demikian, politisi PKB tersebut tetap optimistis terhadap potensi pariwisata desa.

Menurutnya, wisata berbasis lokal setidaknya mampu menarik kunjungan dari wilayah sekitar sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Saya optimis dengan pariwisata desa. Paling tidak, kita bisa menggaet wisatawan dari lingkungan sekitar,” ujarnya.

Eva menambahkan, meskipun Blora merupakan kota kecil, sejumlah destinasi lokal telah menunjukkan geliat yang cukup menjanjikan, seperti Wisata Noyo Gimbal dan Goa Terawang.

Kehadiran destinasi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Saya cukup optimis, wisata lokal, ini juga menunjang UMKM,” katanya.