Blora Menuju Kabupaten Organik, Bupati Arief Dorong Perda hingga Pendampingan Petani

oleh
oleh
Foto istimewa.

BLORA, BLORABARU.COM – Bupati Blora Arief Rohman menegaskan tekadnya menjadikan Blora sebagai kabupaten organik.

Langkah ini diambil sebagai jawaban atas kerusakan tanah pertanian sekaligus untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Kongres Organik Dunia yang diikuti 25 negara di Datong, Cina.

Kota Datong, lanjut Bupati Arief dulunya tandus kini berhasil disulap menjadi kawasan subur dengan produksi jagung, sorgum, dan buah-buahan.

“Kondisi Datong mirip dengan Blora. Ini menjadi inspirasi bahwa tanah rusak bisa dipulihkan dengan sistem organik,” ungkapnya diruang kerjanya ditulis, Selasa, 9/9/2025.

Menurut Bupati Arief, Blora memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan. Kabupaten ini tercatat sebagai penghasil jagung terbesar kedua di Jawa Tengah, memiliki populasi ternak terbesar, serta produksi padi yang dikenal berkualitas.

Baca Juga :  DPC PKB Blora Gelar Sekolah Kader Perubahan, Angkatan Pertama

“Kotoran hewan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Program Kotak Sejuta Umat yang kita jalankan bahkan dijadikan contoh oleh Kemendagri bagi daerah lain,” katanya.

Ia menambahkan untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Blora menggandeng berbagai pihak mulai dari stakeholder, organisasi masyarakat, hingga perguruan tinggi.

Baca Juga :  Lonjakan Qurban Masjid Moetiah Blora, Naik Dua Kali Lipat Capai 39 Sapi dan 9 Kambing

Pendampingan juga disiapkan melalui lebih dari 100 penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang akan dilatih khusus.

Selain itu, tanah bengkok desa dan eks lahan bengkok kelurahan akan dijadikan lahan percontohan penerapan pertanian organik.

Dari sisi regulasi, Bupati Arief menyebut Pemkab bersama DPRD tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) Organik sebagai payung hukum.

Baca Juga :  10 Hari Kursus Politik China, Siswanto: Pendidikan dan Industrialisasi Jadi Kunci

“Kita ingin Blora punya ciri pembeda. Target kita jelas, Blora menjadi kabupaten organik, dalam pertemuan dunia kemarin kita mengusulkan Indonesia menjadi pusat organik di Asia,” tandasnya.

Program pertanian organik, lanjutnya dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Kita ingin Blora menjadi kabupaten organik, selain menyehatkan konsumen, pendekatan ini juga menjadi solusi memperbaiki kesuburan lahan yang rusak,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *