Wakil Ketua DPRD Blora Sebut Progam Presiden Prabowo Pro Rakyat

oleh
oleh
Wakil Ketua DPRD Blora, Lanova Candra Tirtaka bersama Bupati Blora Arief Rohman,

BLORA, BLORABARU.COM – Wakil Ketua DPRD Blora, Lanova Chandra Tirtaka, memastikan komitmennya untuk mendorong kemajuan pembangunan di Blora.

Ia menyebut, program pro rakyat Presiden Prabowo mulai menunjukkan dampak positif di daerah.

Meski sejumlah catatan masih perlu dituntaskan, terutama sektor infrastruktur pendidikan dan layanan dasar.

“Enam bulan berjalan, program Presiden Prabowo Subianto mulai terasa di Kabupaten Blora,” ungkap Chandra, ditulis Senin, 19/5/2025.

Ia menyoroti, penyerapan gabah di Blora tercatat sudah mencapai 86 persen.

Namun, di tengah pencapaian itu, Chandra menyayangkan sektor pendidikan yang belum tersentuh. Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sekolah di Blora, kata dia, nihil.

Baca Juga :  Dua SD di Blora Tak Dapat Murid, Dindik Pertimbangkan Regrouping

“Pak Prabowo kemarin menyampaikan infrastruktur sekolah akan dianggarkan kembali. Di pusat sudah mulai dibuka blokir anggaran sebesar Rp87 triliun,” sebutnya.

Anggaran besar itu, lanjut politisi Gerindra tersebut, diarahkan untuk berbagai sektor strategis seperti perbaikan infrastruktur sekolah dan pelayanan kesehatan gratis.

Baca Juga :  TMMD Sengkuyung 2025 di Blora, Empat Desa Jadi Sasaran, Fokus pada Infrastruktur

“Peminat layanan kesehatan gratis secara nasional sudah tembus 8,9 juta orang. Saya pikir program ini sangat pro rakyat dan patut untuk dilanjutkan,” ujarnya.

Tak hanya soal layanan dasar, Chandra juga menyoroti pentingnya mendukung sekolah rakyat, sebuah alternatif pendidikan bagi warga tak mampu.

Ia menegaskan, sebagai pimpinan DPRD dari Partai Gerindra, dirinya akan intens berkoordinasi dengan kementerian hingga pemerintah provinsi.

“Program ini lewat kementerian dan pemkab. Saya siap bantu sesuai kewenangan saya,” tandasnya.

Baca Juga :  DAK Pendidikan 2025 Tak Cair, Perbaikan Sekolah di Blora Terancam Terbengkalai

Kemudian, Chandra juga menyinggung soal Blora yang belum maksimal dalam penanganan tanggap darurat.

Ia merespons pernyataan Ketua DPD PKS Blora, Santoso Budi Susetyo dalam rapat paripurna tentang keadaan tanggap darurat di Blora belum maksimal.

“Kemarin kita sambungkan dengan BNPB. Blora ini daerah kering, sungainya terbatas, embung minim dan rawan kebakaran. Ini harus jadi perhatian serius,” demikian tandas legislator dari Dapil V tersebut.