DP4 Blora Raih Juara 1 Festival Inovasi Lewat Gerakan Cinta Buah Lokal

oleh
oleh
Foto Istimewa.

BLORA, BLORABARU.COMDinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora berhasil meraih juara 1 dalam Festival Blora Inovasi tingkat kabupaten melalui program Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara.

“Alhamdulillah, DP4 Blora menorehkan prestasi peringkat pertama dalam ajang Festival Blora Inovasi 2025. Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara,” kata Kepala DP4 Blora, Ngaliman diruang kerjanya. Kamis, 2/10/2025.

Menurutnya, Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  LDNU Rembang Cetak Pendakwah Muda

Hal ini dikarenakan mendorong produksi dan konsumsi buah lokal agar mampu bersaing di pasar serta memenuhi kebutuhan buah di tingkat daerah maupun nasional.

Inovasi ini sekaligus diproyeksikan untuk mewakili Blora dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kami berharap Blora bisa menjadi kabupaten terinovatif di Indonesia untuk ketiga kalinya,” pintanya.

Blora, lanjut Ngaliman memiliki potensi besar dalam pengembangan buah tahunan, terutama karena sebagian besar wilayahnya berupa tanah kapur.

Kondisi tersebut justru menghasilkan buah dengan cita rasa lebih manis dan diminati pasar.

Baca Juga :  BAZNAS Blora Salurkan Bantuan Budidaya Ayam Petelor Tahap Kedua untuk 86 Mustahik

Beberapa komoditas unggulan Blora antara lain durian, kelengkeng, jambu, sawo Bangowan, dan alpukat.

“Setiap kali dipasarkan dalam ajang tingkat provinsi maupun nasional seperti agro expo, produk buah dari Blora selalu ramai pembeli dan laris,” ungkapnya.

Baca Juga :  Layanan RSUD R. Soetidjono Blora Fasilitas Sesuai KRIS, Parkir Diperluas

Untuk memperkuat gerakan ini, Ngaliman menegaskan DP4 memberikan dukungan berupa penyediaan bibit buah dan pelatihan kepada petani.

Sosialisasi juga terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami keuntungan menanam buah tahunan, terutama di lahan pegunungan kapur yang selama ini belum dimanfaatkan optimal.

“Target kami bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjadikan Blora sebagai pusat buah lokal yang bisa berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *