Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi

Avatar photo

- Wartawan

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:06

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.

BLORA, BLORABARU.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora mulai mengkaji wacana regrouping atau penggabungan administrasi sejumlah sekolah dasar negeri (SDN).

Hingga pekan lalu, Disdik Blora telah melakukan visitasi dan evaluasi lapangan terhadap sekitar 30 SD negeri yang tersebar di berbagai wilayah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Nuril Huda, mengatakan visitasi dilakukan sebagai bagian dari evaluasi efektivitas penyelenggaraan pendidikan dasar, khususnya terkait sebaran sekolah dan jumlah peserta didik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pekan lalu semuanya telah selesai kami tinjau di lapangan. Jumlahnya ada sekitar 30 SD negeri,” ujar Nuril, ditulis Rabu, 14/1/2026.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran, Dinas Pendidikan Blora Alokasikan Rp.4,8 Miliar untuk Rehab  Sekolah Negeri

Menurut Nuril, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar kajian awal kemungkinan regrouping sekolah.

Salah satu faktor utama yang dipertimbangkan adalah jarak antar sekolah serta jumlah peserta didik yang dinilai kurang ideal jika dikelola secara terpisah.

“Ada beberapa pertimbangan yang masih perlu dikaji, seperti jarak sekolah maupun jumlah siswanya. Karena itu, ini belum final,” jelasnya.

Ia mencontohkan, salah satu sekolah yang masuk dalam wacana penggabungan adalah SDN 1 Kalangan dan SDN 2 Kalangan di Kecamatan Tunjungan.

Baca Juga :  PT BPR BKK Bangga Dukung Pemkab Blora Kendalikan Inflasi, Kabupaten Kembali Masuk Nominasi Innovative Government Award 2025

Secara geografis, kedua sekolah tersebut saling berhadapan dan hanya dipisahkan oleh jalan raya.

“Dari sisi letak, keduanya sangat berdekatan. Itu yang kemudian muncul wacana untuk digabung,” ungkap Nuril.

Meski demikian, Nuril menegaskan bahwa rencana regrouping tersebut masih sebatas wacana dan belum diputuskan secara resmi.

Pihaknya masih akan melakukan kajian lanjutan serta pembahasan internal sebelum mengambil keputusan akhir.

“Perlu digarisbawahi, ini masih wacana, belum final. Masih dikaji dan dirapatkan terlebih dahulu. Jadi, kemungkinan lain masih bisa terjadi, termasuk tidak jadi diregrouping,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan
LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi
Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah
PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan
Efisiensi Anggaran, Dinas Pendidikan Blora Alokasikan Rp.4,8 Miliar untuk Rehab  Sekolah Negeri
PGRI Blora Dorong Pengesahan UU Perlindungan Guru, Tekankan Kenyamanan dan Kepastian Hukum bagi Pendidik
PGRI Blora Nilai Wacana Sekolah Enam Hari sebagai Evaluasi Peningkatan Mutu Pendidikan
Festival Literasi Blora 2025 Ajak Masyarakat Kembali Cinta Buku

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 07:44

Wakil Bupati Blora Janji Akan Bangun Buper Megah di Nglangitan

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:41

LAI DPC Blora Pastikan Status Tanah Asrama MAN Blora Sesuai Regulasi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:13

Eva Monalisa Resmikan Asrama Putra di SMK Kristen Blora, Dorong Akses Pendidikan Layak bagi Siswa Luar Daerah

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:03

PGRI Blora Tuntaskan Pembentukan 18 Pengurus Cabang, Fokus Jalankan Program Pendidikan dan Kesejahteraan

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:06

Dinas Pendidikan Blora Kaji Regrouping Dua SD Negeri, 30 Sekolah Sudah Divisitasi

Berita Terbaru