Pembangunan Infrastruktur Desa Gedongsari Capai 80 Persen, Warga Setempat Dilibatkan

oleh
oleh
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gedongsari, Helmi Hidayat.

BLORA, BLORABARU.COM – Pembangunan infrastruktur di Desa Gedongsari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora dalam waktu dekat ini berhasil dituntaskan

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gedongsari, Helmi Hidayat, mengungkapkan bahwa pencapaian ini mencakup berbagai aspek pembangunan, seperti jalan desa, talut, drainase, pavingisasi lorong-lorong, serta jalan usaha tani (JUT).

Menurut Helmi, pembangunan infrastruktur Desa Gedongsari telah mencapai 80 persen. Sisanya, sekitar 20 persen, ditargetkan rampung pada tahun 2025, sehingga seluruh infrastruktur desa bisa sepenuhnya dinikmati masyarakat.

Baca Juga :  Ribuan Kader Padati Blora Bersholawat, Muslimat NU Teguhkan Semangat Kebersamaan dan Khidmat

“Alhamdulillah, hampir semua infrastruktur sudah tersentuh pembangunan. Lorong-lorong sudah mulai dilakukan pavingisasi, dan pengerjaan lainnya berjalan dengan baik,” ungkap Helmi. ditulis, Minggu, 9/2/2025.

Ia juga menyoroti semangat swadaya masyarakat dalam menyikapi pembangunan infrastruktur.

Dimana , kata Helmi peran serta warga sangat luar biasa, terutama dengan adanya sistem swakelola yang secara keseluruhan tenaga kerja berasal dari warga Desa Gedongsari sendiri.

Baca Juga :  Chandra Dorong Hilirisasi Pertanian untuk Dongkrak Ekonomi Rakyat Blora

“Swadaya masyarakat sangat luar biasa. Dengan sistem swakelola, warga turut bekerja dalam pembangunan infrastruktur desa. Ini tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan,” jelasnya.

Helmi berharap agar pembangunan yang telah dilakukan dapat berjalan dengan baik, awet, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga :  Alwin Supriadi : Makan Bergizi Gratis, Investasi SDM untuk Indonesia Emas 2045

“Dengan pencapaian ini, Desa Gedongsari semakin menunjukkan kemajuan dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Jika target penyelesaian 20 persen sisanya dapat direalisasikan pada 2025, desa ini akan memiliki infrastruktur yang lebih baik dan mendukung kesejahteraan warganya.” ujarnya.