TMMD Sengkuyung 2025 di Blora, Empat Desa Jadi Sasaran, Fokus pada Infrastruktur

oleh
oleh
Kepala Bidang Penataan, Pengembangan, dan Pengelolaan Keuangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora, Suwiji.

BLORA, BLORABARU.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahun 2025 di Kabupaten Blora akan menyasar empat desa.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penataan, Pengembangan, dan Pengelolaan Keuangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora, Suwiji.

“Kalau sesuai dengan perencanaan awal, TMMD 2025 mengacu pada program nasional. Semestinya, Blora mendapatkan empat TMMD Sengkuyung. Hal ini dikarenakan tahun kemarin Blora sudah kebagian TMMD Reguler,” ujar Suwiji. Rabu, 5/2/2024.

Baca Juga :  Dana Desa Blora Tahun 2025 Turun, Ini Penyebabnya

Lebih lanjut Suwiji menyebutkan adapun desa -desa yang masuk dalam rencana TMMD Sengkuyung 2025 berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) diantaranya Desa Adirejo Kecamatan Tunjungan, Desa Muraharjo Kecamatan Kunduran, Desa Nglandeyan Kecamatan Kedungtuban dan Desa Kepoh, Kecamatan Jati.

Kegiatan fisik dalam TMMD ini akan difokuskan pada pembangunan jalan makadam serta infrastruktur lainnya yang mendukung akses masyarakat desa.

“Setiap titik akan mendapatkan anggaran Rp 200 juta dari kabupaten. Saat ini, pemerintah masih menunggu kepastian besaran dana dari provinsi, yang tahun lalu mencapai Rp 150 juta per titik. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan untuk masing-masing desa diperkirakan mencapai Rp 350 juta.” katanya.

Baca Juga :  Momentum Hardiknas, DPRD Blora Dorong Pendidikan Berbasis Akhlak dan Keteladanan Bukan Sekedar Transfer Ilmu

“Pelaksanaannya sudah ada jadwal dari Mabes TNI. TMMD Sengkuyung tahap 1 akan dimulai pada minggu ketiga Februari dan berakhir pada minggu ketiga Maret,” tambah Suwiji.

Menurut Suwiji, program TMMD menjadi solusi efektif bagi Pemkab Blora dan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di desa, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.

Baca Juga :  Meski Rendah, Kekerasan dan Bullying Sekolah di Blora Perlu Diwaspadai

“Dengan kolaborasi ini, pembangunan di desa-desa bisa lebih maksimal, baik dalam format karya bakti mandiri maupun melalui program TMMD.” demikian pungkas Suwiji.