BLORA, BLORABARU. COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora terus memperkuat gerakan kampung donor untuk memastikan ketersediaan stok darah tetap aman.

Ketua PMI Blora, Sutikno Slamet menyampaikan Desa Geneng telah resmi masuk dalam jajaran kampung donor.

“Alhamdulillah Desa Geneng sudah masuk menjadi kampung donor. Tadi juga disampaikan Kades kegiatan kampung donor rutin dilakukan tiga bulan sekali,” ungkapnya di pendopo Desa Geneng, Sabtu, 22/11/2025.

Selain donor darah, Sutikno menyebut rangkaian kegiatan meliputi gropoyan (kerja bakti), penanaman pohon, serta penebaran benih ikan di embung desa, sebagai bagian dari penguatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Diakuinya, bahwa kebutuhan darah di Blora saat ini relatif aman.

“Alhamdulillah, stok darah kita di kisaran 300 kantong. Namun ketika turun menjadi 100–150, saya mulai merasa cemas,” katanya.

Meski demikian, Mantan Sekda Blora ini menegaskan jumlah kampung donor di Blora masih terbatas, yakni baru ada di lima kecamatan: Jepon, Blora Kota, Tunjungan, dan Kedungtuban.

Untuk memperluas cakupan, PMI Blora rutin berkoordinasi dengan para camat agar segera membentuk kampung donor di setiap wilayahnya.

“Terus menerus saya giatkan itu,” tegas Sutikno.

Sementara itu, Plt Camat Jepon, Andi Nurrohman, menilai Desa Geneng berhasil menjadi model gerakan sosial berbasis masyarakat.

“Harapan kita, setiap wilayah memiliki role model pilot project yang bergerak dari bawah. Jika kepala desa, lembaga, dan masyarakat mendukung, maka akan menjadi gerakan yang mengakar,” ujarnya.

Menurut Andi, kegiatan donor darah rutin di Desa Geneng telah berjalan baik, namun perlu adanya dukungan dan diarahkan.

Selain itu, Kecamatan Jepon menjadikan Desa Geneng sebagai lokasi kegiatan donor darah karena desa tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dalam pemberdayaan masyarakat.

Desa ini bahkan meraih juara dua tingkat nasional terkait peran anak dan perempuan.

Atas capaian itu, pihaknya memberikan apresiasi untuk Desa Geneng. 

“Termasuk juga kita berikan apresiasi bagi desa yang sudah berkembang dengan baik,” pungkasnya.