Pendapatan Parkir Blora Naik Rp 100 Juta, Kendala Masih Dihadapi di Beberapa Kecamatan

oleh
oleh

BLORA, BLORABARU.COM – Pengelolaan parkir di jalan umum Kabupaten Blora yang dilakukan secara swakelola oleh Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) melalui UPT Terminal Parkir menunjukkan peningkatan signifikan.

Kepala UPT Terminal Parkir Dinrumkimhub Blora, Adhitya M. Sanjaya, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menunjukkan pengelolaan parkir berjalan sesuai target.

Dalam tahun kedua pelaksanaannya, pendapatan dari sektor parkir mengalami kenaikan dari Rp 1 miliar menjadi Rp 1,1 miliar atau meningkat Rp 100 juta.

Baca Juga :  DPRD Blora Apresiasi LCKI Angkat Isu Migas : Dorong Optimalisasi Sumur Rakyat untuk Ekonomi Daerah

Namun, di balik capaian tersebut, masih terdapat sejumlah kendala dalam proses penarikan retribusi parkir di beberapa kecamatan.

Menurut Adhit, sistem pembayaran parkir yang diterapkan saat ini bervariasi, mulai dari harian, mingguan, pasaran, hingga bulanan.

Setiap kecamatan memiliki tantangan tersendiri dalam penarikan retribusi parkir.

Baca Juga :  Blora Bawa Dua Inovasi Unggulan di IGA 2025, Targetkan Kembali Predikat Kabupaten Terinovatif

“Kendala paling besar ada di Kecamatan Cepu, karena jaraknya yang cukup jauh dari kantor induk dan keterbatasan SDM,” ungkapnya. ditulis Minggu, 2/2/2025.

Selain itu, kata Adit faktor lain seperti toko yang tutup serta kondisi cuaca juga berpengaruh terhadap pendapatan parkir di beberapa titik.

Saat ini, Kabupaten Blora memiliki 375 petugas parkir yang tersebar di berbagai kecamatan.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka : Totalitas Dukung Program Presiden Siap Kawal Kebijakan hingga Daerah

Dari 16 kecamatan, terdapat 8 kecamatan dengan potensi parkir tertinggi, yaitu Cepu, Blora, Ngawen, Todanan, Kunduran, Randublatung, Jati, dan Japah.

“Wilayah Blora ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan kabupaten lain. Jarak antar kecamatan cukup jauh, sehingga pengelolaan parkir di beberapa titik memiliki tantangan tersendiri,” jelas Adhit.