BLORA, BLORABARU.COM – Ditengah keluhan warga atas jalan Puledagel – Soko Kecamatan Jepon yang rusak dan rawan banjir, harapan pembangunan di Tahun 2025 jalan agar lebih baik seketika sirna

Kepala Desa Bacem, Sarmini, menyebut jalur Puledagel menuju Soko hingga kawasan sayuran sebenarnya telah memiliki alokasi anggaran.

Namun pada 2025, pembangunan justru dialihkan pada ruas Lemahbang, Soko dan batu intan.

Pihaknya menyayangkan, Jalan Puledagel sudah baik dan di cor beton harusnya bisa diteruskan ke arah Desa Bacem dan Desa Jatirejo.

Menurutnya, kondisi jalan Puledagel – Bacem sudah semakin memprihatinkan karena kerusakannya sudah bertahun-tahun.

“Jalannya memang sangat rusak sekali,” keluhnya diruang kerjanya ditulis Sabtu, 30/11/2025.

Kemudian, Sarmini menjelaskan, kerusakan semakin parah karena wilayah barat Desa Bacem kerap tergenang banjir.

Drainase yang kecil membuat air meluap ke jalan setiap kali hujan, hingga jalan berubah seperti sungai.

Ketinggian banjir bahkan dapat mencapai lutut orang dewasa, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Jalan tersebut, diungkapkan Sarmini diukur setiap tahun sebagai bagian dari proses inventarisasi dan perencanaan.

Namun hingga kini, tidak ada tindak lanjut pembangunan.

“Saya melihat sendiri kalau diukur, namun kok tidak ada tindak lanjut,” ujarnya melanjutkan.

Akibat kerusakan yang tak kunjung diperbaiki, warga kerap terjatuh karena permukaan jalan tak rata dan licin saat tergenang air.

Diakuinya, kondisi ini telah lama dikeluhkan masyarakat Bacem maupun pengguna jalan dari desa sekitar.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Desa Bacem berharap jalur Puledagel–Jatirejo dapat masuk prioritas pembangunan tahun 2026.

“Kami dari masyarakat Bacem, utamanya Bacem sampai Jatirejo, berharap jalan itu bisa dibangun karena kondisinya parah,” pintanya.

Lebih jauh ia menambahkan selain mengajukan agar masuk perencanaan reguler.

Desa Bacem juga membuka peluang skema pembangunan lain, termasuk melalui dana desa, BanKab, maupun BanProv, jika memungkinkan.

Sebelumnya, sejumlah langkah sementara telah dilakukan, seperti penggrosokan oleh komunitas peduli jalan pada 2025.

Akan tetapi, perbaikan itu hanya bersifat darurat dan tidak mampu mengatasi kerusakan.

Menurut keterangan Sarmini, desa juga telah berkomunikasi dengan DPUPR dan Bina Marga, serta mengajukan proposal pembangunan drainase tahun 2025.

Namun pembangunan permanen belum dapat dilakukan karena status jalan merupakan kewenangan PU.

“Saat ini kendalanya, jalan tersebut milik PU, jadi pemerintah desa tidak bisa membantu. Kalau banjir, kami yang dikomplain karena wilayah itu masuk Desa Bacem,” ujarnya.

Menanggapi itu, (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Nizamudin Al Huda mengatakan untuk ruas jalan Seso sampai Suko yang melewati Puledagel dan Desa Bacem sudah diusulkan ke Bantuan Propinsi.

“Harapannya, di Tahun 2026 ini bisa kita bangun minimal sampai simpang tiga Desa Jatirejo, dan masyarakat  bersabar,” tandas Huda.