BLORA, BLORABARU.COM – Harapan masyarakat Blora untuk memperoleh layanan rumah sakit yang lebih nyaman, privat, dan berkualitas kian mendekati kenyataan.
RSUD R. Soetijono Blora menargetkan peluncuran Gedung Nusa Indah pada April 2026, menghadirkan layanan VVIP perdana yang dirancang untuk meningkatkan standar pelayanan sekaligus memperluas kapasitas rawat inap.
Kepala RSUD R. Soetijono Blora, dr. Puji Basuki, menyampaikan proses saat ini difokuskan pada pemenuhan standar sarana dan prasarana agar gedung dapat segera difungsikan.
“Target saya itu nanti di bulan April bertepatan HUT RSUD R. Soetijono, Gedung Nusa Indah dua lantai bisa di-launching sekaligus untuk fungsionalnya,” ujar dr. Puji, ditulis Selasa, 10/2/2026.
Dijelaskan dr Puji, bahwa Gedung Nusa Indah diproyeksikan khusus untuk layanan VVIP dan VIP.
Fasilitas VVIP menjadi layanan baru dan pertama di RSUD R. Soetijono Blora, setelah sebelumnya hanya tersedia kelas VIP.
Menurut dia, ruang VVIP dirancang lebih luas, dilengkapi fasilitas penunjang yang lebih lengkap, serta memberikan layanan yang lebih privat.
“Ini dilakukan agar masyarakat Blora memiliki pilihan layanan yang lebih optimal, baik dari sisi kenyamanan maupun kualitas pelayanan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, lanjutnya Gedung Nusa Indah direncanakan memiliki 15 kamar, terdiri atas tujuh tempat tidur (TT) VVIP dan 8 TT VIP.
Pembangunan gedung ini bersumber dari DAK Tahun 2025 dengan pagu anggaran sebesar Rp.10 miliar dan nilai kontrak Rp. 8,4 miliar.
Dengan hadirnya gedung baru tersebut, RSUD R. Soetijono Blora diharapkan mampu menambah jenis layanan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan gedung lain untuk kelas perawatan yang berbeda, tanpa mengurangi standar mutu layanan.
Selain itu, pengembangan ini juga menjadi bagian dari persiapan penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang direncanakan berlaku pada 2027.
“Kita menyongsong KRIS 2027, sambil menunggu peraturan Menteri Kesehatan terkait implementasinya,” terangnya.
Dalam keterangannya, dr. Puji menyebut, peningkatan kapasitas layanan rawat inap disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Blora yang jumlah penduduknya mendekati satu juta jiwa.
Berdasarkan rasio jumlah penduduk dengan ketersediaan tempat tidur rumah sakit, kapasitas di Kabupaten Blora masih dinilai kurang.
“Dengan penambahan ini, diharapkan kebutuhan layanan rawat inap bisa terpenuhi, sehingga tidak lagi terjadi over bed seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita juga lebih siap menghadapi kejadian luar biasa atau lonjakan kasus tertentu,” pungkasnya.









