Dana Desa Purwosari 2026 Turun 65 Persen, APBDes Disepakati dan 14 Warga Ditetapkan Penerima BLT

oleh
oleh
Kepala Desa Purwosari, Anisa Widhi Rumdani,

BLORA, BLORABARU.COM – Pemangkasan Dana Desa (DD) hingga hampir 65 persen pada 2026 memaksa Pemerintah Desa Purwosari, Kabupaten Blora, mengencangkan ikat pinggang.

Kepala Desa Purwosari, Anisa Widhi Rumdani, menjelaskan Dana Desa (DD)  Tahun 2026 sekitar Rp.300 juta.

Angka tersebut turun drastis dari alokasi tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp.800 juta, artinya tahun ini turun sekitar 65 persen.

“Hasil Mudes menyepakati APBDes Tahun 2026 dan tentunya penentuan KPM BLT Dana Desa yang kita pilih miskin ekstrem sebanyak 14 orang,” ujar Anisa, usai melaksanakan Musdes ditulis Kamis, 15/1/2026.

Baca Juga :  Top, Indeks Reformasi Birokrasi Pemkab Blora Tahun 2024 Naik Signifikan

Ia mengakui penurunan anggaran berdampak langsung pada perencanaan pembangunan desa.

Meski demikian, pemerintah desa tetap menetapkan skala prioritas, khususnya untuk belanja yang bersifat wajib.

“Dengan adanya Dana Desa itu, maka skala prioritas desa adalah semua honor yang sifatnya wajib. Meski ada penurunan, untuk honor guru tidak ada pengurangan. Sektor kesehatan, posyandu, dan penanganan stunting tetap berjalan,” jelasnya.

Anisa menambahkan, penetapan 11 penerima BLT Dana Desa dilakukan berdasarkan kriteria miskin ekstrem.

Baca Juga :  Hari Buruh 2025, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Desak Pemerintah Hapus Sistem Outsourcing

Sementara warga yang tidak masuk kategori tersebut telah mendapatkan bantuan dari program pemerintah pusat.

Selain belanja sosial, APBDes 2026 juga mengalokasikan anggaran terbatas untuk kegiatan fisik, di antaranya pengerasan jalan desa dan penanggulangan bencana.

“Kami agak keteteran dan perlu penyesuaian. Pembangunan yang mestinya semua bisa terbangun, akhirnya hanya sebagian kecil,”katanya.

Meski Dana Desa mengalami pemangkasan, Anisa menilai kebijakan pemerintah pusat dan daerah telah melalui kajian mendalam demi kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  10 Hari Kursus Politik China, Siswanto: Pendidikan dan Industrialisasi Jadi Kunci

Ia mencontohkan hadirnya program Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa.

“Dengan dibangunnya koperasi desa merah putih, kami berharap suatu saat ekonomi warga desa bisa meningkat,” imbuhnya melanjutkan.

Masyarakat Desa Purwosari untuk menerima kebijakan tersebut dengan lapang dada.

“Kami menghimbau warga menerima dengan baik dan ikhlas segala keputusan pemerintah. Insya Allah itu yang terbaik,” pungkas Anisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *