Angka TBC Masih Tinggi, Komisi IX DPR RI Dorong Deteksi Dini dan Percepatan Pengobatan

Avatar photo

- Wartawan

Minggu, 21 September 2025 - 20:03

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto saat melakukan sosialisasi Germas bersama Satker TBC dan ISPA oleh Direktorat Jenderal Penanggulangan penyakit Kementerian Kesehatan RI di Gedung SMP N 1 Todanan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto saat melakukan sosialisasi Germas bersama Satker TBC dan ISPA oleh Direktorat Jenderal Penanggulangan penyakit Kementerian Kesehatan RI di Gedung SMP N 1 Todanan.

BLORA, BLORABARU.COMPenyakit Tuberkulosis (TBC) dan penyakit kusta masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto menyebut angka Tuberkulosis (TBC) di Indonesia masih tinggi dan penyakit kusta masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Untuk itu, Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong upaya edukasi masyarakat, deteksi dini, dan pengobatan cepat untuk menekan kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa pemberantasan TBC merupakan program prioritas (quick win) Presiden.

“Anggaran pengentasan TBC sudah ditingkatkan oleh Komisi IX DPR RI sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan presiden,” ujarnya usai melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di SMP N 1 Todanan, Minggu, 21/9/2025.

Baca Juga :  Distribusi Normal, Gas Elpiji 3 Kg Langka Di Blora, Masyarakat Dihimbau Tidak Panik

Menurut Edy, strategi nasional pengendalian TBC kini mengedepankan deteksi dini berbasis teknologi.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan dengan rontgen mobile yang ditempatkan di puskesmas, tetapi juga melalui pemeriksaan dahak (sputum TB) dan PCR.

“Artinya, ini akan lebih cepat, mudah, dan presisi. Kita optimalkan alat PCR yang sebelumnya dipakai untuk COVID-19,” jelas Edy.

Baca Juga :  Danang Wicaksana: Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana, Kunci Peran Masyarakat dalam Tanggap Darurat

Strategi baru ini, lanjutnya memungkinkan pasien TBC diketahui lebih awal sehingga bisa segera mendapatkan terapi modern.

Jika sebelumnya pengobatan TBC memakan waktu 6 bulan hingga 1 tahun dengan banyak obat, kini durasinya lebih singkat dengan jumlah obat lebih sedikit.

“Ini langkah maju. Penyembuhan bisa lebih cepat dan mengurangi penderitaan TBC,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Edy mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai eksekutor di lapangan.

Pemda harus merespons program pusat agar angka TBC bisa ditekan,” pungkasnya.

Berita Terkait

RSUD Blora Perluas Pelayanan, Poli Sore Hadir dengan Tambahan Dokter Spesialis
Pengunjung Meningkat, RSUD dr. R. Soetijono Blora Siapkan Sistem Parkir Dua Pintu
Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang
BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan
BAZNAS Blora Salurkan Gerobak Usaha dan Dana Sosial, Penerima Sebut Proses Mudah dan Berdampak bagi Ekonomi Keluarga
Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru
PKB Sambangi Keluarga Korban di Blora, Luruskan Informasi yang Beredar
GASTRA Blora Makin Berdampak, 2.657 Penerima Manfaat dan 815 Anak Yatim Disantuni

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:19

RSUD Blora Perluas Pelayanan, Poli Sore Hadir dengan Tambahan Dokter Spesialis

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:34

Pengunjung Meningkat, RSUD dr. R. Soetijono Blora Siapkan Sistem Parkir Dua Pintu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:34

Kenaikan Harga Pertamina Dex Ancam Distribusi Air Bersih BPBD Blora, Jatah Bantuan Berpotensi Berkurang

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:30

BPBD Blora Petakan Desa Terdampak Kekeringan, Armada Tangki Air Bersih Disiagakan

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:05

Baznas Blora Kembali Salurkan Rp.300 Juta untuk Beasiswa Siswa Kurang Mampu, Fokus Penuhi Kebutuhan Tahun Ajaran Baru

Berita Terbaru