Angka TBC Masih Tinggi, Komisi IX DPR RI Dorong Deteksi Dini dan Percepatan Pengobatan

oleh
oleh
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto saat melakukan sosialisasi Germas bersama Satker TBC dan ISPA oleh Direktorat Jenderal Penanggulangan penyakit Kementerian Kesehatan RI di Gedung SMP N 1 Todanan.

BLORA, BLORABARU.COMPenyakit Tuberkulosis (TBC) dan penyakit kusta masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto menyebut angka Tuberkulosis (TBC) di Indonesia masih tinggi dan penyakit kusta masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Untuk itu, Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong upaya edukasi masyarakat, deteksi dini, dan pengobatan cepat untuk menekan kasus.

Baca Juga :  Hardiknas di SMPN 1 Tunjungan Tampil dengan Busana Jawa dan Tayub

Ia menegaskan bahwa pemberantasan TBC merupakan program prioritas (quick win) Presiden.

“Anggaran pengentasan TBC sudah ditingkatkan oleh Komisi IX DPR RI sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan presiden,” ujarnya usai melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di SMP N 1 Todanan, Minggu, 21/9/2025.

Menurut Edy, strategi nasional pengendalian TBC kini mengedepankan deteksi dini berbasis teknologi.

Baca Juga :  Dua Periode Perjuangkan Jembatan Talokwohmojo, M. Mukhlisin : Ini Jalur Vital Ekonomi Warga Ngawen Blora

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan dengan rontgen mobile yang ditempatkan di puskesmas, tetapi juga melalui pemeriksaan dahak (sputum TB) dan PCR.

“Artinya, ini akan lebih cepat, mudah, dan presisi. Kita optimalkan alat PCR yang sebelumnya dipakai untuk COVID-19,” jelas Edy.

Strategi baru ini, lanjutnya memungkinkan pasien TBC diketahui lebih awal sehingga bisa segera mendapatkan terapi modern.

Jika sebelumnya pengobatan TBC memakan waktu 6 bulan hingga 1 tahun dengan banyak obat, kini durasinya lebih singkat dengan jumlah obat lebih sedikit.

Baca Juga :  Minat Baca Anak Sekolah di Blora, Menunjukan Data Hijau

“Ini langkah maju. Penyembuhan bisa lebih cepat dan mengurangi penderitaan TBC,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Edy mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai eksekutor di lapangan.

Pemda harus merespons program pusat agar angka TBC bisa ditekan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *