Kenangan Kasih Kelas IX, Panggung Cinta Anak Didik untuk Guru SMP Negeri 1 Blora

oleh
oleh
Kepala SMP Negeri 1 Blora, Ainur Rofiq saat memberikan sambutan kenangan kasih kelas IX di halaman sekolah .

BLORA, BLORABARU.COM – Kelas IX SMP Negeri 1 Blora tak ingin menutup masa sekolah mereka dengan hampa.

Di ujung masa belajar, mereka menciptakan perayaan penuh makna “Kenangan Kasih Kelas IX,”

Sebuah pertunjukan seni yang dirancang, dibiayai dan dipentaskan oleh siswa sendiri sebagai persembahan cinta kepada para guru. Kamis, 5/6/2025.

Kepala SMP Negeri 1 Blora, Ainur Rofiq menyebut konsep acara ini merupakan implementasi nyata dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya dalam aspek kemandirian dan gotong royong.

Baca Juga :  Proyek Jalan di Blora Masuk Tahap Lelang, Gus Sin : Pertengahan Juli Teken Kontrak

Semua proses, dari merancang konsep hingga menggalang dana, dikendalikan langsung oleh siswa. Guru hanya berperan sebagai pendamping saat diperlukan.

“Acara ini murni dari anak-anak. Mereka yang mengatur semuanya, termasuk dana. Para guru hanya datang sebagai tamu undangan,” tegas Kepala SMP Negeri 1 Blora, Ainur Rofiq.

Menurut Rofiq, acara ini berlangsung meriah. Aneka kesenian ditampilkan diantaranya tari tradisional, musik modern hingga barongan.

Rofiq menilai, kesuksesan mereka kedepan terletak pada bagaimana cara menghormati orang tua dan guru.

Baca Juga :  Pemberdayaan Desa Gedongsari Terus Dimaksimalkan, Fokus pada Pelatihan dan BUMDes

“Selama mereka menghormati orang tua dan guru, saya yakin mereka akan menjadi anak-anak yang sukses,” ujarnya.

Ia juga menyebut kegiatan ini sebagai cerminan dari kemampuan siswa dalam mengelola diri dan organisasi, sesuatu yang sudah biasa mereka jalani lewat berbagai proyek P5 sebelumnya.

“Ini penguatan karakter. Anak-anak sudah terbiasa bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab,” kata Rofiq.

Baca Juga :  Anggaran Jalan 2026 Terjun Bebas, DPUPR Blora Targetkan Bangun 6 Km Jalan

Jadi, lanjut Rofiq hal ini membekas pada diri anak – anak karena pada dasarnya anak – anak sudah terbiasa mengelola kegiatan seperti halnya pameran dan P5.

Sehingga, ini merupakan implementasi profil pelajaran Pancasila tentang kemandirian.

Memungkasi, meski sifatnya bukan tradisi, di akhir acara para siswa menyiapkan sebuah kejutan yang bahkan tidak diketahui oleh kepala sekolah dan guru.

“Katanya ada kejutan. Saya sendiri belum tahu apa,” pungkasnya, sembari tersenyum penuh haru.