Desain Pasar Ngawen Blora Direvisi Kementerian PUPR, Satu Bangunan Diubah Jadi Dua, Demi Cegah Kebakaran Terulang

oleh
oleh
Foto Istimewa.

BLORA, BLORABARU.COM – Pusat tak ingin kejadian lama terulang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta desain awal Pasar Ngawen yang disusun Pemerintah Kabupaten Blora untuk direvisi.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DindagkopUKM) Blora, Margo Yuwono, mengungkapkan bahwa Kementerian PUPR meminta revisi menyeluruh atas desain bangunan Pasar Ngawen.

Baca Juga :  Usai Dilantik, GRIB Jaya Blora Tegaskan Dukung Progam Presiden Prabowo

Bukan hanya soal estetika, melainkan menyangkut aspek keselamatan dan ketahanan terhadap risiko kebakaran.

“Struktur bangunan, denah, jalur evakuasi, alat pemadam, hingga material bangunan yang tidak mudah terbakar semuanya diminta diperhitungkan ulang. Revisi ini penting agar dana pusat tidak sia-sia,” tegas Margo, ditulis Minggu, 18/5/2025.

Dikatakan Margo, Kementerian PUPR menolak skema itu. Desain awal yang diajukan pemkab adalah satu bangunan utuh seperti pasar sebelumnya.

“Kami diminta membaginya menjadi dua bangunan. Tujuannya agar ada pemisah, sehingga jika satu sisi terbakar, sisi lain masih bisa diselamatkan. Selain itu, akses darurat dan penempatan alat kebakaran juga menjadi perhatian,” jelasnya melanjutkan.

Baca Juga :  Sekolah Sisan Ngaji di Blora Jadi Benteng Moral

Sambil menunggu proses administrasi dan teknis rampung, pihaknya terus membangun komunikasi dengan para pedagang Pasar Ngawen.

Mereka diajak kooperatif dan mendukung seluruh tahapan pembangunan, termasuk pembersihan lokasi jika diperlukan.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Blora Terapkan Inovasi Digitalisasi

“Kami mohon doa dan dukungan dari para pedagang. Kalau ada syarat yang harus dipenuhi, mereka bisa turut membantu. Sejauh ini komunikasi berjalan baik,” pinta Margo.