Dilema Ratusan Guru Honorer di Blora, Berikut Penjelasan Diknas

oleh
oleh
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.

BLORA, BLORABARU.COM – Penerapan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) berdampak pada ratusan guru honorer di Blora.

Sekretaris Dinas Pendidikan Blora, Nuril Huda, mengakui bahwa kebijakan tersebut berimbas pada ratusan tenaga honorer, terutama di tingkat SD dan SMP.

“Kalau jumlahnya memang di kami termasuk paling besar, ratusan lah. Paling banyak yang honorer SMP dan SD. Kalau di kantor kami, satu orang sudah dirumahkan,” ungkap Nuril, ditulis Kamis, 13/3/2025.

Baca Juga :  Dilema Relokasi Pasar Kota Rembang

Menurut Nuril, dilema ini muncul karena di satu sisi, sekolah masih sangat membutuhkan tenaga honorer, sementara di sisi lain, regulasi harus tetap dijalankan.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Gedongsari, Blora Gelontorkan Rp104 Juta untuk BLT, 29 KPM Ditetapkan

Pemkab Blora kini tengah mencari solusi terbaik agar dunia pendidikan tidak terdampak akibat penghapusan tenaga honorer.

“Kami sudah rapatkan kemarin, termasuk dengan Kabag Hukum dan Dewan Pendidikan. Yang jelas juga dilema,” imbuhnya.

Selanjutnya, Nuril memastikan salah satu yang masih menjadi kajian serius adalah nasib para guru honorer.

Pemkab mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan skema kerja baru hingga menunggu pembukaan lowongan ASN sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Siap Sambut Wacana Pengembalian Ujian Nasional

“Yang jelas kami sedang mencari solusi, sudah ada beberapa pilihan, namun juga harus dikaji. Kalau sesuai aturan, selain ASN dan outsourcing untuk tenaga keamanan, kebersihan, dan driver, mestinya sudah tidak ada lagi,” tegas Nuril.