Refocusing Anggaran Pusat Berdampak pada Pembangunan Infrastruktur di Blora

oleh
oleh
Ketua DPRD Blora, Mustopa di ruang kerjanya.

BLORA, BLORABARU.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan melakukan refocusing anggaran yang berdampak pada pemangkasan dana di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Blora.

Ketua DPRD Blora, Mustopa, mengungkapkan bahwa pemangkasan tersebut mencakup berbagai bidang.

Total pemangkasan anggaran untuk Blora mencapai kurang lebih Rp 65.168.432.000. Meski demikian, kebijakan tersebut tidak menghambat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora.

“Pemangkasan anggaran ini terdiri dari berbagai sektor, seperti pekerjaan umum dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 27.605.341.000. Selain itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk rekonstruksi jalan juga terkena pemangkasan sebesar Rp 20.861.000.000,” ujar Mustopa di ruangannya. Rabu, 12/2/2025.

Baca Juga :  Usai Cuti, Arief Rohman Fokus Tuntaskan Konflik Warga Jurangjero Blora dengan PT KRI Rembang

Selain infrastruktur jalan, Mustopa menerangkan DAK di bidang irigasi juga mengalami pemotongan sebesar Rp 7.495.000.000.

Ditambah sektor pertanian tak luput dari kebijakan ini, di mana DAK fisik bidang pertanian berkurang Rp 8.000.260.000, serta DAK bidang pangan lainnya dipangkas Rp 1 miliar.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Ngawen Blora Terhambat, Pemkab Intensifkan Koordinasi dengan Kementerian PUPR

“Jadi, anggaran yang dipangkas oleh pemerintah pusat atau Kementerian Keuangan ini mayoritas ada di dua dinas, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian,” sebutnya.

Meski menghadapi pemangkasan anggaran, Mustopa menegaskan bahwa hal ini tidak akan berdampak signifikan pada pembangunan di Blora.

“Sebelum adanya refocusing, kami sudah mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur di Kabupaten Blora. Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang telah direncanakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Target Kemenangan 70 Persen, Zaidun Optimis ASRI Menang di Dukuh Kalisangku Gempolrejo, Blora

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa dengan adanya skema pinjaman daerah untuk menutupi kekurangan anggaran akibat pemangkasan ini.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, tetap dapat berjalan tanpa kendala.

“Alhamdulillah, dengan adanya pinjaman daerah, refocusing anggaran ini tidak berdampak signifikan pada pembangunan. Kami berharap ke depan Pemkab dan DPRD tetap bisa menganggarkan pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya sesuai harapan masyarakat Blora,” pungkas politisi PKB dari dapil empat tersebut.