Siswa SMPN 2 Tunjungan Dilatih Jadi Wirausahawan Sejak Dini

oleh
oleh
Foto Istimewa.

BLORA, BLORABARU.COM – Tak hanya duduk manis di bangku kelas, puluhan siswa SMP Negeri 2 Tunjungan, Kabupaten Blora, turun langsung mencampur semen, pasir, dan air untuk mencetak batako.

Mereka melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Kewirausahaan”, yang digelar sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka.

Alih-alih ceramah di ruang kelas, siswa kelas VII dan VIII justru belajar di “laboratorium nyata” di halaman sekolah.

Baca Juga :  Revisi Perda RTRW Blora Dibahas, Ketua Komisi C DPRD Tekankan Penyesuaian RPJMD dan Proyek Strategis

Kepala SMPN 2 Tunjungan, Endang Sri Wahyuni menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar soal menghasilkan batako, tetapi juga mencetak karakter.

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata yang melatih kerja sama, tanggung jawab, disiplin, serta keterampilan hidup yang berguna di masa depan,” ungkap Endang, penuh semangat. ditulis Minggu, 13/4/2025.

Ia menekankan bahwa P5 adalah ruang terbuka untuk menempa generasi tangguh, berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Baca Juga :  Pemkab Blora Prioritaskan Penerangan Jalan pada 2026, Gus Sin Tekankan Keamanan dan Usulan Warga

“Dengan belajar membuat batako, siswa juga mengenal nilai kerja keras, ketekunan, dan inovasi. Ini adalah bekal penting untuk membangun mentalitas wirausaha yang tangguh,” tambahnya.

Salah satu siswi kelas VIII, Riva Dhilla Syafira, mengaku bangga bisa terlibat.

Baca Juga :  Masjid Moetiah Blora Dua Tahun Berdiri, Hadirkan Program Berkualitas untuk Jamaah

“Ini pengalaman yang seru dan bermanfaat, apalagi dilakukan bersama teman-teman. Kita belajar cara membuat batako sekaligus belajar kerja tim yang solid,” katanya.

Menurutnya, selama proses berlangsung, para siswa dibimbing oleh guru pendamping dengan pendekatan gotong royong.

“Tak hanya aspek teknis, siswa juga dikenalkan pada prinsip efisiensi bahan dan proses produksi.” pungkasnya.