BLORABARU
Beranda Bola & Sports Peduli Kanjuruhan, Suporter dan Masyarakat Blora Gelar Doa

Peduli Kanjuruhan, Suporter dan Masyarakat Blora Gelar Doa

BLORA, BLORABARU.COM – Ribuan orang yang tergabung dalam aliansi suporter di kabupaten Blora, Jawa Tengah, memadati tribun barat Stadion Kridosono, Senin (03/10) malam.

Mereka menggelar doa bersama untuk para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Aksi ini ditandai dengan menyalakan ratusan lilin, selain itu mereka juga membawa beberapa atribut diantaranya bertuliskan duka malang duka kita semua, Gas air mata VS air mata ibu dan masih banyak lagi.

Meski Hujan sempat mengguyur hingga petang, namun tidak menyurutkan niat para suporter tersebut untuk hadir. Massa mulai berdatangan pukul 19.00 WIB.

Baca juga :  Semangat Taekwondo Terlihat di Dojang Satrio Jipang

Albert, Pembina Saminista (suporter Persikaba) mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian dari masyarakat dan aliansi suporter Blora kepada saudara mereka, Aremania, yang mengalami tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

“Kami berharap adanya kejadian tersebut menjadi peringatan bagi semua orang, bahwa sepak bola itu tidak seharga nyawa manusia. Dalam sepak bola memang ada rivalitas tinggi dan berpotensi kerusuhan, namun semua itu hanya pertandingan. Tentu ada menang dan kalah,” ucapnya.

“Sebagai suporter, ketika kalah tentu harus menerima dengan lapang dada. Dalam kekalahan tersebut perlu adanya evaluasi untuk bangkit kembali, tanpa harus ada pertikaian dan kerusuhan,” sambung dia.

Baca juga :  Danur Rispriyanto Manajer Tim Futsal Siwo PWI Jateng di Porwanas 2022, M Dhofir Jadi Pelatih

Ia menambahkan massa yang ikut dalam aksi kepedulian tersebut berasal dari berbagai elemen. Mulai dari Arema blora, Jakmania Blora, Bonek Mania blora, Viking blora, Saminista, Saministi, masyarakat dan pendukung suporter Persikaba lainya.

Sementara itu Wahyu arga Perwakilan elemen Suporter Blora, sekaligus korlap acara tersebut mengatakan bahwasanya tujuan kegiatan ini adalah mengenang para korban tragedi Stadion Kanjuruhan melalui doa bersama.

“Harapannya semua tragedi kemarin cukup untuk dikenang, tidak untuk terulang lagi. Karena pada dasarnya sepak bola itu alat pemersatu bangsa, bukan pemecah bangsa,” terangnya.

Baca juga :  Danur Rispriyanto Manajer Tim Futsal Siwo PWI Jateng di Porwanas 2022, M Dhofir Jadi Pelatih

Selesai sambutan dari para perwakilan suporter, doa bersama pun digelar. Lilin- lilin mulai dinyalakan dan lampu dimatikan, kemudian lagu Indonesia pusaka dinyanyikan oleh para suporter tersebut.

Tiap orang dari suporter tersebut pun, memegang lilin tanpa kecuali. Sambil menyanyikan lagu-lagu, seperti Salam Satu Jiwa, acara pun usai sekitar pukul 21.00 WIB.(x)

Komentar
Bagikan:

Iklan