BLORABARU
Beranda Berita Desa & Kelurahan Joko Supratno : Perlunya Dukungan Masyarakat Agar Investor Masuk ke Blora

Joko Supratno : Perlunya Dukungan Masyarakat Agar Investor Masuk ke Blora

BLORA, BLORABARU.COM – Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa tengah terus berupaya melancarkan berbagai jurus demi menarik investor.

Bahkan dukungan demi dukungan terus berdatangan, salah satu dukungan yang diberikan datang dari mantan anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD).

Salah satunya, Joko Supratno mengatakan
ada beberapa tempat wilayah kabupaten Blora yang bisa di lirik oleh para investor.

“Investor masuk yang cocok tempatnya ada di Adirejo, merah (ngelangitan) wilayah kecamatan Tunjungan, dan Sambong Kendilan wilayah Kecamatan Sambong,” ucapnya. Kamis 20/10

Menurut Pria Kelahiran Dukuh Jambangan, Desa Sonorejo tersebut, wilayah sambong dapat dibuka pabrik pengolahan limbah pertamina, dan wilayah selatan dapat disediakan bahan bakar gas untuk menyiasati BBM yg naik/mahal.

Selanjutnya kata Joko, orang mau investasi itu kan jenis dan bidangnya apa dulu.  Misalkan pabrik makan ternak, karena pendukung bahan bakunya mungkin area luasan penanaman jagung diwilayah selatan, mungkin dia akan cocok di sekitaran randu sampai Wirosari, misalkan. ini contoh gambarnya kecil saja.

Mantan anggota DPRD Blora tahun 1999- 2009 dari fraksi PDIP dan 2017 – 2019 dari fraksi Nasdem (PAW) juga mencontohkan
Pabrik garmen, sepatu, tas, atau  bahan bakunya dari lain kota. tidak dari pertanian dia pasti akan mencari lokasi yang aksesnya mudah ditembus.

Baca juga :  Istimewa, Desa Geneng Berhasil Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Kesehatan 

Maka ketika blora muluk muluk menjual KPI, nya ke investor itu akan selalu kalah dengan Rembang, Rembang Pantura belok kesalatan dikit sudah enak.

Ada beberapa keuntungan jika investor masuk keblora,salah satunya yakni upah tenaga kerja.

“Untuk plusnya Blora dari sisi penyediaan tenaga kerja Blora lebih mumpuni dan dianggap masih murah, selain itu sampai hari ini belum ada,” bebernya.

Dirinya tidak menampik untuk harga tanah masih relatif terjangkau kendala lainnya mengenai air.

“Kalau soal murah dan mahal itu saya tidak bisa menjustif. untuk kisaran permeter ini cuma gambaran sekitar 180- 300rb/meter.” ungkap Joko.

Masih menurut Joko, sambong sama merah kayaknya masih murah di adirejo.

Ia tidak memungkiri untuk ketersediaan air di beberapa wilayah yang saya sebut, paling bagus itu di Sambong kendilan.

Baca juga :  Kapolres Dan Dandim 0721 Pimpin Pasukan Merangsek Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Ada Apa...?

“Ada dua wilayah di kecamatan Tunjungan, penyediaan air baku itu masih belum komplit kalau misalkan itu di adirejo, dan nglangitan,” keluhnya.

Pria yang berdomisili di Desa Adirejo tersebut tidak menampik Blora selalu kalah dengan kota kota lainnya.

“Blora selalu kalah dengan kota– kota kabupaten tetangga, yang mudah mendapatkan investor. Hal tersebut dikarena akses letak wilayahnya.” ujarnya.

“Minusnya kita kalah nilai jual kita, taruhlah ibarat kita ini seorang prempuan, satu udah kalah cantik, kalah dandan, dan kalah modal, karena apa, tadi lho akses Pantura sudah 50 % orang akan menanamkan investasinya.” sebutnya.

Masalahnya bukan Blora tidak bisa menjual kawasan industri.

Mantan politisi Nasdem ini juga menambahkan, Pemerintahanya tidak bisa menjual kawasan peruntukan industri (KPI)  bukan itu, tetapi karena memang Blora itu, satu dari geografis dan petanya itu Blora itu masi mencil, saya nggak tau kalau nanti ada pembukaan tol baru.

Baca juga :  Undang-Undang Desa Diusulkan Direvisi, Supaya Ada Dana Beasiswa untuk Warga Desa

Ia, juga menegaskan dan mengapresiasi bahwa Pemerintah Kabupaten Blora selama ini sudah berjuang untuk membawa investor masuk, bahkan hingga melakukan sosialisasi, sekaligus lobi sampai ke kementerian.

“Tidak hanya sosilasi yang dilakukan pemkab, tapi juga menawarkan kemana- mana mulai ke kementerian, kemenparekraf, Mentri investasi sampai mungkin ke pak Erik Tohir sudah. sudah bawa Bappeda sesudah bawa perijinan, sudah bawa perdagangan sudah semua. sampai ada tim itu katanya. dan setiap tahun mereka melakukan show- show, (lho) misalakan sampai ke gubernur Jawa tengah,” tandasnya.

“Sekali lagi saya berharap dan berpesan kepada masyarakat, bahwa Blora itu butuh maju, butuh membangun. jadi kesadaran secara bersama- sama dan kolektif itu harus ada, kalau bicara keutungan pribadi, misalkan saya itu makelar tanah hanya mengingat bawahsanya harus untung dari situ ya selamanya itu susah. Blora itu tidak akan dilirk investor, Karena dari sisi geografis kita sudah kalah sama Rembang, Grobogan masih diribeti makelar tanah,” harapnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan