BLORABARU
Beranda Berita Info Kesehatan Dokter RSUD dr R Soetijono Blora Ini Beri Penjelasan Merawat Bayi Lahir Prematur

Dokter RSUD dr R Soetijono Blora Ini Beri Penjelasan Merawat Bayi Lahir Prematur

BLORA, BLORABARU.COM –  Kasus bayi yang lahir dengan premature menjadi perhatian khusus pihak RSUD dr R Soetijono Blora, Jawa Tengah. Pasalnya, bayi lahir premature harus ekstra hati-hati merawatannya.

Data di RSUD Blora, jumlah bayi yang lahir premature, di kisaran antara 10 hingga 15 perbulannya. Tentu jumlah itu belum termasuk bayi premature lain yang ditangani di RSUD Cepu, juga rumah sakit swasta, serta Puskesmas-puskemas yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Blora.

Lalu bagaimana seorang dokter umum dan dokter spesialis anak di RSUD Blora jika menghadapi kasus anak yang lahir premature. Adalah dr Ivan Veriswan Sp A yang sehari-hari bertanggung jawab di poli anak RSUD Blora memberi penjelasan.

Menurutnya, perawatan untuk anak yang lahir premature memerlukan perhatian khusus. Karena jika salah melakukan perawatan, risikonya bisa fatal. Misalnya berakhir dengan kematian atau anak yang lahir dalam masa pertumbuhannya kurang normal.

Baca juga :  Upaya Terbaik Dinkes Blora, Maksimalkan Peran Tenaga Kesehatan di Tingkat Desa

“Kuncinya adalah ekstra hati-hati terutama pasca-lahir hingga perawatan khusus dalam beberapa pekan,” ujar dr Ivan, panggilannya, Jumat (9/12/2022).

Dokter Ivan mencontohkan, untuk merawat bayi prematur, butuh asupan makanan yang betul dan sesuai takaran. Itupun dengan perawatan sekitar 5 pekan, dimana diperhatikan betul kondisi fisiknya, perkembangan berat badannya, sampai betul-betul berat tubuhnya normal.

“Jadi, berat badan si anak, jangan sampai sama atau bahkan kurang saat lahir,” tegasnya.

Terkait dengan bayi lahir premature sering mengalami masalah kesehatan, menurut dr Ivan, bahwa semakin muda usia kehamilan dalam melahirkan bayi, maka semakin besar pula risiko kesehatan yang dialami. Misalnya ada risiko penghilatan, gangguan belajar dan banyak lagi.

Baca juga :  Dinkes Blora Serius Tangani Stunting

“Ada beberapa lah risikonya,” paparnya.

Faktor risiko gangguan kesehatan terhadap bayi lahir premature juga menjadi salah satu penyebab. Itu karena, saat bayi lahir premature di kisaran 25 pekan, pembentukan organ-organ di dalam tubuhnya belum sempurna alias belum siap.

Selain itu, lanjut dr Ivan, ada juga karena kedua orang tua bayi dimaksud, nikah usia muda. Terutama ibu saat hamil usianya muda. Juga saat hamil pernah ada infeksi dan trauma.

“Makanya untuk ibu-ibu, mesti diingat jika nikah muda, karena bisa berisiko ke bayi yang dikandungnya,” ujarnya.

Atas munculnya kasus bayi lahir premature, RSUD Blora, telah menyiapkan fasilitas. Misalnya di poli anak, disiapkan prasarana, seperti ruang operasi, juga dokter spesialis anak, dokter umum, perawat dan bidan yang bersertifikat merawat anak bayi lahir premature.

Baca juga :  Dinas Kesehatan Blora Kampanyekan Seputar Kesehatan di Gebyar Ramadhan 2023

Karena, lanjut dr Ivan, bahwa bayi lahir premature yang ditangani di RSUD Blora, lumayan tinggi. Dia menyebut, merawat bayi premature minimal 10 dan bahkan bisa di atas 15 anak.

“Jadi, kita memang fokus betul-betul menghadapi bayi lahir prematur,” imbuhnya.

Menurut dr Ivan, merawat bayi lahir premature itu, butuh perhatian. Tak hanya orang tua, para dokter, bidan dan perawat, tapi juga lingkungan kerabat yang mendukung. Karena tumbuh kembang anak, terutama selama kelahiran dan perawatan, butuh perhatian serta kehati-hatian.

Komentar
Bagikan:

Iklan