Berikut Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan tentang Monkeypoy

- Jurnalis

Jumat, 3 November 2023 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA, BLORABARU.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora memastikan saat ini belum ada temuan virus cacar monyet atau monkeypoy di wilayah yang terkenal dengan kayu jati terbaik.

Namun demikian, Dinas Kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap penyebaran virus ini.

Kepala DKK Blora, Edi Widayat, meskipun mengemuka di sejumlah daerah di Indonesia, warga masyarakat Blora disebutnya tidak menerima vaksin Mpox lantaran saat ini tidak ada yang terinfeksi penyakit tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nggak (tidak divaksin), sini nihil (kasus warga masyarakat terinfeksi cacar monyet),” ungkap Edi, ditulis Jumat, 3/11/2023.

Baca Juga :  Hari TBC Se Dunia, Dinkes Blora Ajak Masyarakat Pentingnya Penanggulangan TBC

Kemudian Edy membeberkan sejumlah tanda-tanda orang yang terinfeksi penyakit tersebut yakni mengalami sakit kepala dan demam sekitar 38 derajat celcius.

Selanjutnya, terjadi pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, sakit pada punggung, badan terasa lemes, dan terjadi lesi cacar atau sebentuk luka pada kulit.

Pihaknya memastikan bahwa cacar monyet itu penyakit yang sangat langka yang disebabkan oleh virus Monkeypox.

“Itu ditemukan tahun 1958 dan berkembang di tahun 1970 di Afrika,” ujarnya melanjutkan.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ini Pesan Plt. Dinkes Edy Widayat

Oleh karena itu, lanjut Edy cacar monyet tergolong penyakit langka.Dinas Kesehatan tidak melakukan pelacakan secara khusus kepada masyarakat.

Kendati demikian, DKK Blora mengimbau masyarakat agar tetap waspada.

“Kita tidak melacak, sementara kita waspada saja,” ucap Edi.

Kembali ia mengungkapkan, Dinas Kesehatan terus gencar melakukan imbauan tentang virus monkey ini.

“Selalu (memberikan imbauan), karena secara umum seperti zoonosis itu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.” pungkas, Edy Widayat orang nomor satu dijajaran Dinas Kesehatan Blora tersebut.

Berita Terkait

Cegah HIV, Dinas Kesehatan Blora Sasar Pelajar SMA dan SMP
Tingginya Pasien Jantung, RSUD Dr. R. Soeprapto Cepu Berharap Layanan BPJS Kesehatan 
Integrasi Layanan Primer Mudahkan Layanan Kesehatan di Blora
Foging Kurang Efektif, Dinkes Blora Ajak Masyarakat Terapkan PSN
Awal Tahun, Kasus Demam Berdarah di Blora Melonjak
Dinas Kesehatan Blora Lakukan Fogging, Masyarakat Diminta Waspada
Dinkes Blora Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Imunisasi Polio
Ribuan Masyarakat Ikut Meriahkan Puncak HKN ke 59

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 07:40 WIB

Cegah HIV, Dinas Kesehatan Blora Sasar Pelajar SMA dan SMP

Kamis, 4 April 2024 - 07:22 WIB

Tingginya Pasien Jantung, RSUD Dr. R. Soeprapto Cepu Berharap Layanan BPJS Kesehatan 

Rabu, 28 Februari 2024 - 05:53 WIB

Integrasi Layanan Primer Mudahkan Layanan Kesehatan di Blora

Jumat, 23 Februari 2024 - 10:43 WIB

Foging Kurang Efektif, Dinkes Blora Ajak Masyarakat Terapkan PSN

Jumat, 26 Januari 2024 - 11:38 WIB

Awal Tahun, Kasus Demam Berdarah di Blora Melonjak

Berita Terbaru

Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf, Bambang Cahyo Murdoko memberikan  penghargaan kepada Bupati Blora,Arief Rohman.

Budaya & Wisata

Desa Wisata Bangowan Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia

Minggu, 14 Jul 2024 - 09:44 WIB

Budaya & Wisata

Desa Wisata Bangowan Punya Potensi Besar

Jumat, 12 Jul 2024 - 21:05 WIB

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora saat memberikan sosialisasi BLT DBHCHT.

info sosial

Tahun 2024, Jumlah Kuota BLT DBHCHT di Blora Turun

Kamis, 11 Jul 2024 - 17:38 WIB

Gala Dinner di ballroom Hotel Kyriad Arra. Cepu,

Budaya & Wisata

Finalis Duta Wisata Blora Diharapkan Bisa Jadi Entrepreneur Tourism

Rabu, 10 Jul 2024 - 07:56 WIB