BLORABARU
Beranda Info Publik Angka Kasus PMK Meningkat, Minimnya Perhatian OPD Terkait

Angka Kasus PMK Meningkat, Minimnya Perhatian OPD Terkait

Ilustrasi (gambar Ist)

BLORA, BLORABARU.COM – Masyarakat Blora kembali dihebohkan dengan angka kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak yang kembali meningkat.

Salah satu yang tak luput dari PMK, Di Desa Jomblang Kecamatan Jepon. Sontak hal ini menimbulkan kerugian, Kendala lain diakibatkan lambatnya penanganan OPD terkait sehingga memicu keresahan di masyarakat.

Kepala Desa Jomblang, Agus Mukmin menyebutkan angka kasus PMK di Desa Jomblang meningkat tajam kondisi ini lumayan sangat memprihatinkan.

“Sampai hari ini kurang lebih 200 ekor yang terkena PMK.Sedangkan populasi sapi kurang lebih sebanyak 1000 ekor.” sebut Agus kepada blorabaru.com Jumat, 13/1/23.

Baca juga :  Harga Gabah Anjlok, Solusi Segera Untuk Petani

Untuk menekan PMK, kata Agus panggilannya berbagai usaha maksimal terus dilakukan. Kita melakukan sosialisasi ke masyarakat sesuai dengan kemampuan.

Meskipun itu bukan bidang kita dalam penanganan kesehatan hewan hal itu harus kami lakukan “Opo umume neng deso.”

Kepala desa yang baru menjabat satu periode ini mencontohkan, sapi tidak bisa makan ya harus dipakani gedang, yang terpenting ada asupan nutrisi.

Lebih jauh dibeberkan Agus, dengan angka yang tinggi di desanya, sebetulnya kecamatan sudah sering melakukan sosialisasi tentang PMK melalui rapat, tapi ekseskui dilapangan masih minim.

Dengan alasan keterbatasan tenaga medis, harapan kami meskipun minim tenga medis minimal ada tindak lanjut.

Untuk itu perlunya mensosialisasikan bagaimana penanganan, biar masyarakat kami bisa mengiplemantisakan.

Baca juga :  BUPATI TEKEN MOU DENGAN 4 KAMPUS DI YOGYAKARTA UNTUK MAJUKAN BLORA

“Artinya biar tidak ketergantungan dengan dinas.” ujarnya.

Bukan cukup disini, ia menilai tindakan dari OPD terkait sangat sangat kurang maksimal. Kita ini di desa terus terang gelisah dengan adanya PMK terkait keluhan warga.

Meskipun OPD terkait belum sampai lokasi, cuma melalui telepon tenaga medis yang biasa suntik disini.

“Kalau nggak ada panggilan nggak ada kesini.” keluhnya.

Walaupun PMK di desanya tinggi, lanjut kata Agus namun yang mati hanya 2 ekor, itupun sapi dan kambing.

Baca juga :  Kapolres Dan Dandim 0721 Pimpin Pasukan Merangsek Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Ada Apa...?

Upaya terbaik saat ini yang kami lakukan dengan cara mandiri sesuai dengan kapasitas masyarakat.

“Memanggil tenaga medis secara pribadi.” bebernya.

Ironisnya, didesa tersebut belum menerima vaksin PMK.

Pihaknya menambahkan, Di Desa Jomblang sejak muncul PMK, selama ini belum menerima suntikan vaksin, dan kami meminta untuk segera di vaksin.

Mengingat kondisi ini sangat mendesak sekali. “Saya meminta instansi terkait untuk segera mengatasi PMK secepatnya di Desa kami.”

“Di Blora merupakan daerah dengan populasi sapi sangat tinggi, harapannya sesuai dengan OPD setempat harusnya Blora menjadi percontohan dalam hal penanganan serius dalam menghadapi wabah PMK.” pintanya.

Komentar
Bagikan:

Iklan