BLORA, BLORABARU COM – Anggaran pembangunan jalan Kabupaten Blora pada tahun 2026 mengalami penurunan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dengan anggaran kurang lebih Rp. 21 miliar di tahun 2026, kami targetkan pembangunan sekitar 6 kilometer jalan. Ini untuk mengurangi persentase jalan rusak yang masih cukup tinggi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Blora, Nizamudin Al Huda diruang kerjanya. Jumat, 9/1/2026.
Diakuinya, anggaran pembangunan jalan Tahun 2025 sekitar Rp. 300 milyar.
Penurunan anggaran Tahun 2026 ini menjadi tantangan serius.
DPUPR Blora tetap berupaya mencari sumber pendanaan tambahan, termasuk melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dari pemerintah pusat.
“Kami sudah berusaha untuk mendapatkan Inpres lagi. Dengan keterbatasan anggaran ini, kami akan mengusahakan agar Inpres Jalan Daerah minimal sama dengan anggaran tahun kemarin,” ujarnya.
Huda menegaskan percepatan pembangunan menjadi kunci utama, terutama pada triwulan pertama tahun anggaran yang akan menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat.
Menurutnya, serapan anggaran yang baik berpeluang membuka tambahan dana transfer ke daerah (TKD).
“Artinya, kalau penyerapan kita bagus dan besar, insha allah akan ada penambahan TKD dari pusat,” tegasnya.
Sementara itu, lanjut Huda pada tahun 2025, DPUPR Blora masih memfokuskan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan guna menjaga tingkat kemantapan jalan di angka 69 persen.
“Jangan sampai turun. Syukur-syukur bisa naik dengan berbagai upaya yang kami lakukan,” imbuhnya
Ia juga menyampaikan selama tahun 2025, kanal pengaduan masyarakat DPUPR Blora relatif sepi dari keluhan serius terkait kondisi jalan.
Justru, kata dia, masukan yang masuk didominasi respons positif dari masyarakat.
“Banyak masukan yang positif. Masyarakat senang karena pembangunan jalan cukup masif dan responnya positif,” pungkas Huda.









