BLORABARU
Beranda Info Kesehatan Awal Tahun, Kasus Demam Berdarah di Blora Melonjak

Awal Tahun, Kasus Demam Berdarah di Blora Melonjak

BLORA, BLORABARU.COM– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora awal tahun ini mencatat angka kasus Demam Berdarah (DB) melonjak tinggi.

Kasus tersebut paling banyak tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Blora, Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Cepu.

Dengan tingginya kasus tersebut, masyarakat diminta untuk waspada dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dengan cara 3M Plus yakni dengan menguras, menutup dan mengubur.

Dijelaskan Sutik, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) saat ini Blora mengalami lonjakan kasus demam berdarah.

“Untuk Tahun ini, orang yang diduga DBD sebanyak 312, positip DBD 102 orang kemudian yang mengalami Dengues Shock Sindrom (DSS) 13 orang , demam dengue sebanyak 197 orang dan yang meninggal 3 orang dari Todanan, Randublatung dan Tunjungan.” beber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, melalui Sub Koordinator bidang pencegahan dan penyakit menular, Sutik. saat melakukan fogging di SD 1 Mlangsen kepada blorabaru.com Jumat, 26/1/2024.

Menurut Sutik, Demam Berdarah (DB) termasuk jenis penyakit musiman yang terjadi pada waktu musim penghujan.

“Penyakit ini, muncul diwaktu hujan terang, hujan terang biasanya di akhir tahun dan awal tahun.” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya berharap peran aktif dan kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam upaya pencegahan DB.

Dengan tingginya angka kasus tersebut, pihaknya memastikan sudah melibatkan stake holder diantaranya OPD terkait, Camat dan kepala desa.

“Utamanya untuk membantu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), hal ini dilakukan untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk.” imbuh Sutik.

Selain itu, lanjut Sutik masyarakat di minta juga melakukan 3 M Plus, yakni menguras, menutup dan mengubur,

Artinya menguras bak mandi atau penampungan air satu minggu sekali minimal, menutup tempat tempat penampungan air dan mengubur atau mendaur ulang barang barang bekas tempat tempat yang beresiko berkembang biaknya nyamuk demam berdarah.

Dari 16 kecamatan, kata Sutik wilayah yang memiliki potensi demam berdarah paling tinggi ada tiga kecamatan yakni, Kecamatan Blora, Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Cepu.

Menurutnya, tiga kecamatan ini dipengaruhi aktifitas dan mobilitas yang tinggi serta padatnya penduduk.

Namun demikian tidak dipungkiri, daerah penyangga Kecamatan Jepon dan Tunjungan juga berpotensi.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, selalu mengingat dan tingkatkan kewaspadaan DBD. Dan yang terperting untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pemeriksaan jentik berkala di wilayah masing masing” pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan