BLORABARU
Beranda Info Publik Dalduk KB Blora Terus Perkuat Kampung Keluarga Berkualitas

Dalduk KB Blora Terus Perkuat Kampung Keluarga Berkualitas

BLORA, BLORABARU.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Kabupaten Blora terus melakukan pembentukan dan pengembangan Kampung Keluarga Berencana (KB).

Kampung KB merupakan progam prioritas nasional dalam upaya penguatan dan pemberdayaan keluarga ditingkat desa ataupun kelurahan.

Kepala Dalduk KB, Achmad Nur Hidayat melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Pergerakkan Dinas Keluarga Berencana, Anton Suwoto mengatakan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) didefinisikan sebagai satuan wilayah setingkat desa dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Penyelenggaraan dan Pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas mendapat penguatan/dukungan secara hukum dari : Inpres No 3 Tahun 2022, tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, Kepmendagri Nomor 050-5889 Tahun 2021, tentang Hasil Verifikasi, Validasi Dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah, SE Mendagri No 843.4/2879/SJ, tentang Intensifikasi Kampung Keluarga Berkualitas dan Surat Dirjen Bina Pembangunan Daerah Nomor 400.9.6/345/Bangda tanggal 13 Januari 2023 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.

Serta Intruksi Bupati Blora Nomor 609 Tahun 2022 Tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di Kabupaten Blora.

“Dalam penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, terdapat pelibatan semua pihak lintas sektoral dalam mewujudkan tujuan keluarga berkualitas, di Kabupaten Blora sendiri, terdapat 14 Instansi/OPD yang terlibat dalam penyelenggaraan Kampung KB, mulai dari Dinas Dalduk dan KB, DInkes, kemenag, DP4 dll. Dalam hal ini terdapat integrasi dan konvergensi peran semua pihak dalam mewujudkan keluarga berkualitas.” ungkapnya. Kamis, 4/1/2024.

Menurut Anton, Kampung KB mempunyai peran penting dalam percepatan penurunan stunting di wilayah satuan desa dan kelurahan.

Dalam komponen komponennya, semua pihak dapat terlibat dalam intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Kemudian ia pun menjelaskan bahwa di dalam kampung KB terdapat berbagai macam kategori program dan kegiatan antara lain Pendampingan risiko kejadian stunting, Peningkatan akses pendidikan, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Peningkatan cakupan layanan jaminan, Penataan lingkungan keluarga, Penyediaan data dan administrasi kependudukan dan Peningkatan akses keluarga berencana, PKBM dan UKBM.

“Artinya, seluruh kategori tersebut memiliki peran penting dalam intervensi percepatan penurunan stunting mulai dari hulu hingga ke hilirnya.” jelas Anton.

Dimana kata Anton, pihak-pihak lintas sektoral secara integratif dan konvergentif memainkan peran dalam kapasitasnya masing masing mewujudkan Keluarga Berkualitas dalam percepatan stunting melalui program program tersebut.

Dalam penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, masing masing Kampung memiliki kecepatan pencapaian masing masing yang diwujudkan dalam klasifikasi Kampung KB. Klasifikasi tersebut berbanding lurus dengan peran dan efektifitas Kampung KB dalam percepatan penurunan stunting

“Ada empat klasifikasi Kampung KB di Kabupaten Blora yakni dasar 93, berkembang 56, mandiri 32 dan berkelanjutan 114.” sebutnya melanjutkan.

Kembali Anton menambahkan di Kampung Keluarga Berkualitas terdapat Kelompok Kegiatan pada masing masing sasaran Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)

Seluruh POKTAN dalam perannya masing masing berperan dalam upaya penurunan angka stunting, mulai dari masa persiapan sebelum pernikahan, 1000 hari pertama kehidupan hingga masa pengasuhan dan Pendidikan, bagaimana memberdayakan keluarga akseptor dapat meningkatkan penghasilannya, serta memberdayakan lansia agar memiliki kehidupan yang lebih bermakna dan berkualitas.

“Di Kampung KB juga terdapat program DASHAT (dapur sehat atasi stunting) sebagai sarana edukasi dan fasilitasi bagi masyarakat mengenai pengolahan makanan bagi ibu hamil, bayi dan balita untuk mencegah kejadian stunting.” pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan