BLORABARU
Beranda TNI & POLRI Polres Blora Gelar Konferensi Pers Jelang Akhir Tahun 2023

Polres Blora Gelar Konferensi Pers Jelang Akhir Tahun 2023

BLORA, BLORABARU.COM  – Polres Blora, Polda Jawa Tengah telah mengalami tahun yang penuh tantangan dan pencapaian.

Dalam upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat telah berhasil menangani berbagai kasus kriminal yang signifikan.

Dalam pers rilisnya, di akhir Tahun 2023 ini, Kapolres Blora AKBP Jaka Wahyudi menyampaikan ungkap kasus yang sudah ditangani oleh Satreskrim beserta jajarannya.

“Jadi secara total bahwa Polres Blora satu tahun (2023) secara umum melaksanakan penanganan tindak pidana total 53 kasus . Dari 53 kasus ini ada sekitar 102 tersangka dan Total kerugian 2,6 Miliar lebih, ” ucap Kapolres Blora.

Lebih lanjut Kapolres membeberkan rincian kasus yang ditangani terdiri dari Pidana umum ada 5. Kemudian penganiayaan 2, Pembunuhan 1, Curat 11, penggelapan 5, penipuan 5, tipikor ada 2 kasus dan dari tipider 1 kasus. Kemudian PPA ada 11 pencabulan dan 4 penganiayaan anak total sekitar 53 kasus.

Selain rilis akhir tahun, dalam kesempatan tersebut Kapolres juga rilis ungkap kasus menonjol Polres Blora diantaranya :

– Ungkap Kasus Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan
– Ungkap Kasus Tindak Pidana Perbuatan Cabul Terhadap Anak
– Ungkap Kasus Tindak Pidana Korupsi APBDes Desa Nglebur Kecamatan Jiken Blora
– Ungkap kasus tindak Pidana Pungli Jual Beli Kios Pertokoan Wulung Kecamatan Randublatung.

Ungkap Kasus Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan :

Kapolres menyampaikan bahwa waktu kejadian adalah hari Sabtu, 05 November 2023 dengan TKP di Kantor CV Surya Perkasa Telekomunikasi di jalan Gunandar No 12 A Kelurahan Jenar Kecamatan Blora Kabupaten Blora.

Dengan tersangka adalah AS, (29) karyawan swasta, warga kecamatan Blora.

Adapun barang yang digelapkan meliputi :

– Uang hasil penjualan voucer data unlimited nonstop 30 K, 30 Giga, sebanyak 5000 pecah dengan nilai Rp 168.750.000.
– uang hasil penjualan voucher data unlimited lite 60 K sebanyak 750 pecah senilai Rp 43.818.750
– Uang hasil penjualan voucher data unlimited maxi 82 K sebanyak 250 pecah senilai Rp 19.475.00. Perusahaan total mengalami kerugian sebanyak Rp. 250.467.423.

“Adapun modus operandi, terlapor melakukan tindak pidana tersebut dengan modus membuat nota fiktif seolah olah ada salah satu outlet meminta kiriman berupa voucher namun faktanya dari outlet tersebut tidak pernah meminta kiriman voucher, ” kata Kapolres Blora.

“Adapun tersangka dijerat pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, ” demikian pungkas Kapolres Blora.

Komentar
Bagikan:

Iklan