BLORABARU
Beranda Info Publik Kepala Dinas Sosial (P3A) Blora Berharap Sarana Prasarana pada Pemilu Untuk Disabilitas

Kepala Dinas Sosial (P3A) Blora Berharap Sarana Prasarana pada Pemilu Untuk Disabilitas

BLORA, BLORABARU.COM – Dalam upaya untuk memastikan pemilu yang adil, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Blora berharap pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk meningkatkan sarana dan prasarana (Sarpras) pada penyandang disabilitas dalam pemilihan mendatang.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P3A), Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Luluk Kusuma Agung Ariadi berharap di Pemilihan umum yang di gelar pada Febuari 2024, mendatang ada penunjang sarana prasarana tempat pemungutan suara (TPS) untuk Disabilitas

“Kami minta kepada KPU, agar ada akses pendampingan khusus untuk menangani teman-teman Difabel. Utamanya, sarana prasarana ditempat suara nanti, dan tidak dijauhkan alat-alat bantu dari temen-temen difabel. mungkin masukan kepada KPU seperti itu,” ungkapnya usai mengikuti Sosialisasi Pemilihan umum (Pemilu) 2024 bersama komunitas Difabel Blora Mustika (DBM), yang di gelar di rumah joglo, Selasa, 26/12/2023

Menurut mantan staf ahli Bupati ini, hal ini berkaca dari sebelumnya, bahwasanya penunjangaan sarana prasarana saat pencoblosan masih menjadi kendala. Dan, dampaknya banyak yang enggan untuk memberikan suara saat pemilu.

Berdasarkan data di tahun 2020 saja, total keseluruhan Disabilitas dengan ODGJ untuk kabupaten Blora sudah memasuki angka kurang lebih 2200an, sedang difabel diangka 700an.

“Dan itu masih berkembang. Karena, mohon maaf, ada disabilitas yang baru dan sebagainya. Maka, yang tadi kita sampaikan disosialisasi KPU pada hari ini, kami menyarankan terkait dengan difininisi Difabel, kemudian penggolongan difabel dan bagaimana cara menghadapi difabel untuk penyelenggaraan pemilu,” imbuhnya melanjutkan.

Disentil, terkait dengan sinkronisasi data antara Dinsos P3A dengan KPU Blora tentang Disabilitas pemilih khusus. Luluk kembali membeberkan untuk yang dari KPU memang ada yang baru. Dan mohon maaf, akibat kusta itu tidak masukan penyandang Disabilitas. Tapi di kami akibat struk, kemudian akibat kusta, orang kecil, itu sudah masuk katagori disabilitas fisik.

“Jadi mungkin perbedaannya cuma itu saja yang kusta yang kelihatannya sehat tapi sebenarnya itu adalah difabel untuk fisik. Dan, Tadi juga sudah saya sampaikan kepada dari KPU untuk nanti yang kusta dan akibat struk ini juga bisa dimasukkan ke disabilitas.” pungkasnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan