BLORABARU
Beranda Advetorial Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Blora Tentang Demam Berdarah

Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Blora Tentang Demam Berdarah

BLORA, BLORABARU.COM – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Kepala Dinas Kesehatan, Edy Widayat tak henti – hentinya menghimbau kepada warga masyarakat untuk bersihkan tempat – tempat penampungan air, dan saluran air agar tidak menggenang, untuk mencegah berkembangbiak nyamuk Aedes Aegypti yang membawa penyakit demam berdarah.

Hal itu diungkapkan oleh Edy melalui saluran telepon WhatsApp kepada Monitor Ekonomi, pada Selasa (5/12/2023) saat dikonfirmasi terkait upaya Dinkes dalam mengantisipasi pandemik demam berdarah Dengue yang bisa menimbulkan kematian, akibat merosotnya trombosit penderita dengan cepat.

“Pencegahan pandemik demam berdarah Dengue terus kita himbauan kepada warga, melalui jaringan fasilitas dan tenaga kesehatan kami dengan masif, untuk desa – desa melalui polindes dan Bidan – Bidan Desa agar berkoordinasi ke Kades, meminta agar digiatkan kerja bakti bersih – bersih lingkungan, dan melaksanakan 3 M, dimulai dari rumah masing – masing” ujarnya.

. Dr. Edy Wuryanto,
Anggota Komisi IX DPR RI dari PDIP

Ujicoba Nyamuk Wolbachia
Di tempat yang terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto saat dikonfirmasi terkait adanya riset ujicoba Nyamuk Wolbachia yang mampu menekan pertumbuhan pandemik demam berdarah Dengue, yang diakibatkan adanya perkawinan antara nyamuk Aedes Aegypti dengan Nyamuk Wolbachia. Edy Wuryanto menjelaskan bahwa itu masih dalam tahap penelitian yang masih panjang prosesnya.

“Itu masih tahap penelitian dari yayasan filantropis yang dilakukan Bantul, kemudian akan dilanjutkan ke Bali, lha kalo hasil dari riset itu berhasil, benar – benar bisa menekan angka pandemik DBD, baru akan benar – benar dikembangkan, tapi proses itu masih lama, yang paling dekat adalah penanganan DBD harus dari hulu ke hilir, yaitu dari rumah masing – masing, rajin menguras bak mandi, mengubur tempat – tempat genangan air dan menutup wadah – wadah yang berpotensi bisa menjadi tempat bertelur nyamuk Aedes Aegypti,” ujarnya.

Kesiapan Fasilitas Kesehatan
Baik Edy Widayat maupun Edy Wuryanto sepakat untuk optimalkan kesiapan fasilitas kesehatan untuk melayani masyarakat dengan cepat, terkait dengan layanan BPJS Kesehatan kini telah diubah mekanismenya, yaitu cukup dengan menggunakan sidik jari atau KTP, sehingga bisa lebih cepat ditangani.

“Sekarang pelayanan BPJS Kesehatan sudah berubah, pasien yang sudah masuk dalam BPJS Kesehatan cukup menunjukkan sidik jari jempolnya, maka akan langsung diaktifkan untuk pelayanan kesehatannya,” ungkap Edy Widayat kembali.

Di tempat yang terpisah, Kepala Unit Donor Darah PMI Blora, dr Imba, saat gathering PMI dengan awak media beberapa hari yang lalu, telah memastikan kantong darah cukup untuk penanganan pasien yang butuh transfusi darah segar atau trombosit yang dipantau stoknya setiap hari. (Rome)

Komentar
Bagikan:

Iklan