BLORABARU
Beranda Advetorial Alunan Keroncong Musik Klasik Khas Indonesia

Alunan Keroncong Musik Klasik Khas Indonesia

BLORA, BLORABARU.COM –  Sangat disayangkan bagi para pecinta musik keroncong di Blora, tidak menyaksikan konser musik khas Indonesia, yang sangat tenar pada masa lalu. Alunan nada keroncong yang rumit namun harmonis itu memang kurang mendapat atensi dari kawula muda alias generasi Z, sebutan generasi masa kini.

Petikan ritmis gitar, cak cuk, bas dan biola yang akustik, dipadukan dengan keyboard mengalunkan lirik – lirik lagu yang kadang pelan, kadang cepat dan kadang juga menghentak serempak. Mengikuti suara merdu nan berat Agus Jok, sang penyanyi, saat melantunkan lagu dari negeri Jiran Malaysia yang berjudul “Fatwa Pujangga”.

Musik klasik khas Indonesia yang menjadi kebanggaan Presiden Soekarno pada masa revolusi itu, pernah menjadi pertunjukan rutin di Istana Negara, karena mampu menggugah semangat perjuangan Bangsa kita. Dan digemari tokoh tokoh Bangsa kita.

Perlu Binaan Rutin
Untuk mendapatkan perhatian dan penggemar sekaligus melestarikan musik keroncong, yang kini semakin hilang tergerus dengan musik – musik barat, bahkan generasi muda kita tergila – gila dengan musik Korean Pop, maka perlu digalakkan konser musik keroncong, dengan mengikuti selera kaum muda kita, seperti Cong Rock.

Musik itu universal, ketika ada alunan nada yang indah di telinga di seluruh insan di dunia, maka tidak ada batas ruang, bangsa atau negara darimanapun musik itu berasal, termasuk musik keroncong, yang nadanya pun pernah diaransemen untuk mendiang penyanyi pop dunia, Celine Dion dalam lagunya yang berjudul “I Wiil Love You More”, menyisipkan nada keroncong sebagai pembuka.

Ini harus terus disosialisasikan kepada kaum muda terutama para musisi muda kita, agar tidak alergi dengan musik keroncong, untuk melestarikan warisan budaya leluhur kita, musik keroncong perlu dibina dengan intensif, dan bila perlu menjadi kurikulum pelajaran seni musik di sekolah. Selanjutnya biar mereka mengeksplorasi sendiri, memadukan nada – nada itu, dengan lagu masa kini. (ADV.DIKOMINFOBLORA)

Komentar
Bagikan:

Iklan