BLORABARU
Beranda Advetorial Penanganan Longsoran Jalan Desa Sumberejo Secara Kolaborasi dan Gotong Royong

Penanganan Longsoran Jalan Desa Sumberejo Secara Kolaborasi dan Gotong Royong

BLORA, BLORABARU.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, menindaklanjuti laporan dari masyarakat adanya bencana tanah longsor di ruas jalan Sumberejo – Kutukan di Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung.

Kepala DPUPR Blora Ir. Samgautama Karnajaya, MT melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Ir. Surat, ST.,MT menjelaskan pada awal bulan Desember ini, hari Sabtu (2/12/2023) hingga Senin (4/12/2023) Tim OP SDA dan Tim pemeliharaan Jalan Bina Marga DPUPR Kabupaten Blora bersama-sama dengan warga masyarakat dukuh Kedungwaru Desa Sumberejo Kec. Randublatung melaksanakan kolaborasi penanganan longsoran jalan tersebut secara gotong royong bersama.
“Dari DPUPR memberikan bantuan material Dolken, alat berat, tenaga relawan OP SDA, tenaga teknis dan grosok,” kata Kabid SDA DPUPR, Senin (4/12/2023).

Sementara dari warga Dukuh Kedungwaru Desa Sumberejo memberikan material tambahan dolken dan tenaga kerja setempat untuk membantu meratakan urugan grosok.
Dikatakan Surat, dengan sesarengan kolaborasi dan gotong royong akhirnya penanganan longsoran tersebut dapat dilaksanakan dengan baik untuk memperbaiki badan jalan yang longsor bisa dikembalikan ke kondisi semula dan lalu lintas warga masyarakat bisa normal kembali.

“Kekurangan dan keterbatasan yang ada akhirnya dapat saling dicukupi satu sama lain,” tuturnya.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga dukuh Kedungwaru Desa Sumberejo Kec. Randublatung atas kerjasama, gotong royong dan keikhlasannya untuk sesarengan bersama sehingga penanganan longsoran jalan tersebut dapat diaksanakan dengan baik sesuai dengan rencana penanganan.

“Kiranya ini bisa menjadi contoh bagi desa desa lain apabila ada kejadian bencana bisa dilakukan penangananya secara kolaborasi dan gotong royong bersama,” ungkapnya.
Yaitu antara pemerintah dan masyarakat setempat untuk saling melengkapi sehingga kekurangan yang ada tetap bisa dicukupi dibalik keterbatasan yang ada untuk tetap memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi masyarakat.

“Intinya jika ada bencana di wilayah desa, penanganan secara kolaborasi dan gotong royong bersama masyarakat sangat diperlukan untuk menyikapi keterbatasan anggaran yang ada,” tandasnya.

Sehingga bisa saling mencukupi kekurangan yang ada untuk tetap bisa menangani bencana alam yang terjadi di wilayah masing-masing dengan cepat dapat dilakukan untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi masyarakat yang terdampak bencana.(ADV-Dinkominfo).

Komentar
Bagikan:

Iklan