BLORABARU
Beranda Info Publik Kunjungan Delegasi Aceh Tinjau Pemugaran Makam Potjut Murah Intan

Kunjungan Delegasi Aceh Tinjau Pemugaran Makam Potjut Murah Intan

BLORA, BLORABARU.COM – Kunjungan delegasi Pemerintah Kabupaten Aceh ini dalam rangka meninjau langsung progres pembangunan penataan atau pemugaran makam Potjut Meurah Intan dan pengajuan gelar sebagai Pahlawan Nasional.

Tak hanya itu, Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal juga mengapresiasi, langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Blora terhadap area Makam Pocut Meurah Intan.

“Kedatangan kami kesini, dalam rangka melihat progres pembangunan makam yang sudah dianggarkan oleh Pemda Aceh. Jika memang ada hal lain ingin di sampaikan, kami menunggu dengan surat resmi, apa yang perlu dibenahi lagi. Dan, tentu pembenahan ini kalau bisa kita bersama-sama,” ucapnya.

“Dan, termasuk makam-makam keluarga besar Potjut Meurah intan yang ada di Blora. Sekali lagi, kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati Blora yang menerima dengan baik, dan telah menugaskan SKPD maupun OPD untuk melakukan kordinasi lebih intens dengan Pemda,” ucapnya kembali.

Kolaborasi Antar Pemkab
Kolaborasi antara Pemda Aceh dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, diharapkan terus terjalin dan khususnya pemkab Blora. Tentunya apa yang disampaikan bukan tanpa alasan, sebab kedepannya Potjut Meurah intan ini akan diajukan gelar sebagai pahlawan yang diakui oleh negara.

“Allhmdulilah pemerintah Kabupaten Blora, perhatian terhadap makam syuhada Aceh Potjut Meurah intan. Kita berharap ada kolaborasi antara pemerintah Daerah Aceh dan pemerintah Jawa Tengah terutama pemkab Blora untuk terus mempersiapkan dokumen-dokumen sebagai dukungan Potjut Meurah intan diakui negara sebagai pahlawan nasional,” ungkapnya.

“Dan, Pemda Aceh akan beraksi untuk menyusun diskripsi penguatan ini dan jika perlu melakukan pertemuan secara intens, terbuka,” ungkapnya kembali.

Selain melakukan peninjauan dan ziarah di makam Potjut Meurah intan, di makam keluarga pribadi Tegalsari, Kadisbudpar Aceh juga melakukan ziarah kembali ke makam Rasiah (Ibu Teunku Noerdin), kemudian R.Ng. Dono Muhammad, dan terakhir Pang Mahmud (Waki Mut) yang makamnya ada di Butoh. (HMS)

Komentar
Bagikan:

Iklan